Piye

BPBD Upayakan Tingkatkan Antisipasi Bencana

BPBD Upayakan Tingkatkan Antisipasi Bencana
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Paradigma penanggulangan bencana saat ini mulai menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana.

Oleh karena itu, Badan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat menggelar workshop pembuatan dokumen Rencana Kontijensi (Rekon) protap penanganan darurat bencana serta skenario operasi darurat bencana, Selasa (08/10/2017) di ballrom Hotel Puri Indah.

"Penyusunan renkon ini merupakan proses untuk menentukan prosedur operasional dalam merespon kejadian khusus dengan memaksimalkan sumberdaya dan kapasitas yang dimiliki oleh daerah terdampak dalam merespon secara tepat waktu, efektif, dan sesuai prosedur" ungkap narasumber, Agus Sardianso tenaga ahli dari BNPB Pusat.

Agus menjelaskan penyusunan rekon ini dapat meminimalisasi dampak ketidakpastian, dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat yang harus dipahami dan disepakati oleh seluruh stakeholder yang ada.

"Misalnya nanti kalau ada bencana banjir, kita sudah bisa memastikan, poskonya dimana? pos lapangannya dimana? kemudian jalur evakuasinya dimana? tempat pengungsiannya dimana? serta kita sudah tahu siapa? berbuat apa? serta dengan sumber daya apa yang kita siapkan jika terjadi bencana," bebernya.

Sementara itu Sekretaris Daerah H. Moh Taufiq  mengatakan dalam sambutannya, ia sangat berterimakasih kepada BNPB pusat telah memilih Lobar dalam menyusun dokumen  rencana kontijensi bencana.

Ini perlu dilakukan karena kalau dilihat dari geografis wilayah lobar rentan dengan terjadinya bencana.

"Untuk itu rencana kontijensi ini sangat perlu dibuat, karenan nantinya akan melibatkan banyak sektor, entah itu dari instansi vertikal maupun dari OPD lobar sendiri serta organisasi masyarakat lainnya. Karena kita tahu bencana ini tidak bisa dibebankan kepada satu OPD saja," katanya.

Lebih lanjut sekda meminta, kedepannya BPBD Lobar mampu berinovasi, entah itu dengan aplikasi terbaru yang bisa mendeteksi akan terjadinya bencana secepat mungkin, agar masyarkat bisa mengevakuasi dirinya.

"Saya berharap ini bukan acara ceremonial saja, tetapi mampu menghasilkan rencana kontijensi, kemudian bisa menentukan protap darurat bencana serta skenario operasi darurat bencana," harap dia.

Selain itu H. Najib Kepala BPBD Lobar berharap hasil dari dokumen rekon ini nantinya dapat di tindak lanjuti sebagai peraturan bupati (Perbup).

Hadir dalam acara workshop itu, dari berbagai instansi vertikal seperti Polri, TNI, Basarnas, serta BMKG, dan dari OPD lobar yang terkait serta dari Bank NTB. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.