Piye

Wow! Pria Ini Dapat Mengubah Sampah Jadi Rupiah

Wow! Pria Ini Dapat Mengubah Sampah Jadi Rupiah
SuaraLombok.com | Mataram - Sampah pada umumnya kerap meresahkan masyarakat. Apalagi jika bau yang ditimbulkan sudah tidak sedap.

Namun beda halnya di tangan pria bernama Syawaludin. Di tangan kreatifnya, sampah ia jadikan pundi rupiah.

Ia menjadikan sampah menjadi berguna dan merubahnya menjadi pupuk kompos dan sumber listrik.

Lebih hebatnya lagi, dari usahanya ini, ia bahkan sudah mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Dituturkan, awal mula ide cemerlangnya muncul ketika ia melihat sampah di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok kurang terurus.

Hal ini membuatnya berinisiatif mendirikan Bank Sampah yang diberi nama Bintang Sejahtera.

“Yang jelas saya dulu pengangguran dan tidak punya pilihan untuk bekerja. Orang tua saya mengerjakan itu untuk mendapatkan penghasilan. Dari sana saya melihat semua potensi yang ternyata untuk kebutuhan daur ulang di Indonesia sangat banyak sekali, khususnya di Lombok,” tutur Syawaludin yang merupakan Direktur bank sampah Bintang Sejahtera saat ditemui di Mataram.

Sejak tahun 2010, bank sampah yang ia pimpin hingga saat ini sudah mencapai 55 unit. Per unit bank sampah mampu mempekerjakan 50 orang masyarakat.

Terkait strategi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dimulai dari desa, Syawaludin menyatakan ini merupakan salah satu upaya dan jika hal tersebut dikembangkan.

Jika hal itu bisa dilaksanakan, bukan tidak mungkin akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Bank sampah ini sebagai salah satu alternatif pendapatan bagi masyarakat miskin. Apalagi ini tidak membutuhkan pendidikan tinggi. Masyarakat kita kebanyakan tidak memiliki akses untuk pekerjaan yang layak,” cetusnya.

Tak hanya itu, Syawaludin mengungkapkan bahwa sampah di NTB sudah mencapai 493 ribu ton pertahun.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jika sampah tersebut dikelola mampu menyumbang penghasilan sekitar Rp. 500 milyar per tahun.

Mendorong strategi pemerintah dalam mengentas kemiskinan, pria kelahiran 1982 itu melalukan pembinaan sekaligus pelatihan kepada masyarakat melalui Forum Komunikasi Bank Sampah Bintang Sejahtera.

“Kami melakukan pembinaan sekaligus pelatihan kepada masyarakat mengenai bagaimana memilih dan mengolah sampah serta bagaimana menghargakan sampah tersebut agar bisa dijual pada tempatnya”, ucapnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah bisa menargetkan membangun pusat daur ulang sampah di NTB yang akan memberdayakan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan. (cr-04)

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.