Piye

Waspada! Sejumlah Apotek Jual Obat Illegal

Waspada! Sejumlah Apotek Jual Obat Illegal
SuaraLombok.com | Mataram - Menindaklanjuti ancaman pil PCC yang kabarnya sudah merambah NTB, BBPOM Mataram langsung gerak cepat.

Meski awalnya berencana inspeksi pil PCC itu, namun yang ditemukan badan POM yang melakukan inspeksi bersama Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB, Sat Pol PP, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB Jumat(22/9) justru lebih mengejutkan lagi.

Sejumlah apotek ditemukan menjual obat illegal alias tidak berizin edar. Selain itu, BBPOM juga mendapati beberapa obat kedaluarsa yang dijual pihak apotek.

Salah satu apotek yang kedapatan menjual obat illegal tanpa izin BPOM ini adalah salah satu apotek yang terletak di jalan Catur Warga.

“Kami memang tidak ditemukan obat-obat terlarang disini, tapi ada obat yang indikasinya sebagai obat leukimia itu tanpa ijin edar,” ungkap Kasi Penyidikan BPPOM Mataram, Hardiono di sela kegiatan.

Salah satu obat tanpa izin dari BPOM itu adalah Hydrea. Obat yang berlabel Hydrea yang diketahui sebagai obat kanker itu ditemukan di gudang belakang apotek. Diketahui sebelumnya bahwa obat tersebut terpajang bersama dengan obat lainnya.

Apoteker yang mengetahui kedatangan petugas saat itu bergegas menyembunyikan obat tanpa ijin edar tersebut, namun sayang tindakannya diketahui petugas yang melakukan inspeksi saat itu.

“Ada 10 botol, 7 botol bekas dan 3 yang masih bersegel. Dilihat dari botolnya lumayan banyak kayaknya sih sudah berlangsung lama. Tadi konfirmasi dengan yang punya apotek ini obat kanker,” beber Haridono.

Kata Hardiono, pihaknya sudah melakukan sidak di 8 distributor obat dan pelayanan atau di sejumlah apotek yang terletak di sekitaran kota Mataram.  Hal ini dilakukan selama dua hari.

“Sebelumnya dilakukan pada hari rabu (20/9) kemarin,” jelasnya.

Ditegaskan, semua obat yang berada di pasaran, harus ada ijin edar terlebih dahulu, baik itu obat, makanan ataupun kosmetik.

Berdasarkan temuan tersebut pihaknya menilai obat tersebut berasal dari luar. Namun seelum mengambil kesimpulan lebih jauh, pihaknya akan mendalami apakah ada kemasan luarnya atau tidak.

“Obatnya ini kita bawa dan kita akan melakukan penyitaan” tegasnya.

Terhadap pemilik apotek, dirinya akan melakukan proses sesuai mekanisme dan prosedur. “Ini baru operasi, setelah ini baru menentukan apakah diproses secara hukum atau tidak,” tandasnya.(cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.