Piye

Wagub : Potensi Desa Efektif Turunkan Angka Kemisikinan di NTB

Wagub : Potensi Desa Efektif Turunkan Angka Kemisikinan di NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Upaya kolektif mengentaskan kemiskinan terus dilakukan pemerintah daerah dengan cara simultan sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pasalnya meski terbilang cukup baik namun angka kemiskinan di NTB hingga hari ini masih belum mencapai kinerja RPJMD yang ditetapkan.

Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah upaya pengentasan kemiskinan dimulai dari desa, dengan pengembangan potensi ekonomi kerakyatan mulai dari pertanian, peternakan, industri dan sosial budaya yang tersedia di desa yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat untuk meretas dari kemiskinan.

Strategi tersebut mencuat dan menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB tahun 2017, di Hotel Lombok Raya, Mataram. Wakil Gubernur NTB, M. Amin SH., M.Si saat membuka kegiatan tersbut menyampaikan bahwa ke depan Pemerintah Provinsi NTB bersinergi dengan pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB, mulai tahun 2018 mendatang akan mengembangkan strategi baru melalui program pengentasan kemiskinan dari pedesaan atau button up.

"Semua potensi dan peluang yang kita miliki dan stakeholder yang kita miliki, harus bersinergi untuk bisa mengelola potensi yang ada, dan untuk memberi motivasi sekaligus edukasi kepada masyarakat yang mau keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Dihadapan peserta rakor  Wagub berharap pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) dapat lebih dimaksimalkan untuk mengelola segenap peluang dan potensi yang ada di desa, tentunya lebih berorientasi pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga desa itu sendiri.

Amin juga mengingatkan perlunya keseriusan dan komitmen untuk bersinergi antara semua pihak melakukan upaya pengentasan kemiskinan, dan mengelola semua potensi yang ada. Salah satunya dengan memanfaatkan dengan bijak bantuan dana dari pusat dan APBD NTB yang setiap tahun diupayakan meningkat, itu juga dapat diprioritaskan untuk program penanggulangan kemiskinan.

“Dari sisi banyaknya anggaran sudah berpotensi, ini tergantung pada pengelolaan dan sasaran-sasaran yang tepat. Dana-dana transfer dari pusat ke daerah mesti juga kita manfaatkan", tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub berharap akan lahir ide-ide cerdas berupa program dalam penurunan angka kemiskinan di NTB, dengan demikian maka target penurunan kemiskinan di NTB pada akhir tahun 2018 bisa tercapai menjadi 12,25 persen."Kita perlu kerja keras, kenapa tidak kita optimis untuk mencapai terget itu", ucapnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.