Piye

Tragedi Pengusiran Wartawan, Ini Jawaban Yarsi

Tragedi Pengusiran Wartawan, Ini Jawaban Yarsi
SuaraLombok.com | Mataram - Insiden pengusiran wartawan oleh Panitia Pra Ospek Stikes Yarsi Mataram berbuntut panjang.

Hal itu berawal ketika beberapa wartawan hendak melakukan peliputan guna mengkorfirmasi terkait kebijakan yang mewajibkan mahasiswa baru untuk membawa beberapa barang masing-masing berupa beras 1 kg, minyak goreng 1 kg, pupuk organik 5 kg.

Dan diketahui sebelumnya salah seorang wali mahasiswa mengeluhkan hal tersebut.

Niat mengkonfirmasi, awak media justru mendapatkan respon yang tidak menyenangkan.

Mereka dihalangi oleh sejumlah Panitia Pra Ospek Stikes Yarsi Mataram dengan alasan kegiatan peliputan tersebut harus dengan izin Panitia Ospek.

Awak media yang tidak terima terhadap perlakuan itu mengancam akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum dan mendesak pihak Stikes Yarsi Mataram meminta maaf.

Menyikapi hal itu, beberapa petinggi kampus Stikes Yarsi Mataram terpaksa ikut angkat bicara.

Dihadapan sejumlah wartawan yang hadir saat itu, Pembantu Ketua II Lembaga Stikes Yarsi Mataram, Sopian Halid, S.Kep., Ners., M.Kes menyampaikan permohonan maaf, dan mengaku tidak mengetahui permasalahan sebelumnya.

Ia mejelaskan kejadian tersebut juga akibat ketidaktahuan panitia Pra Ospek terkait kinerja Pers.

"Kami mewakili lembaga dan mahasiswa memohon maaf, sekiranya apa yang dilakukan adik-adik mahasiswa kemarin kurang berkenan, kedepan ini akan menjadi bahan evalusi kami untuk lebih positif lagi," ujarnya.

Terkait kebijakan yang diberlakukan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pra Ospek, Sopian khalid mengungkapkan bahwa itu merupakan kegiatan yang menjadi program Panitia Pra Ospek untuk membangun jiwa sosial mahasiswa baru, sebagai pendidikan awal dan pembelajaran.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut hanya dilakukan pada hari pertama Pra Ospek, Rabu (6/9).

Pada hari itu juga, panitia dan mahasiswa baru melakukan Bakti Sosial.

"Niat mereka untuk membangun jiwa sosial, memberikan pendidikan awal pembelajaran awal. Hari rabu kemarin ada kegiatan bakti sosial ke desa Taman Ayu, salah satu kegiatannya penyerahan sembako itu pada masyarakat desa di sana," ungkapnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.