Piye

Terindikasi Banyak yang Bodong, Suhaili Instruksikan Revitalisasi Poktan

Terindikasi Banyak yang Bodong, Suhaili Instruksikan Revitalisasi Poktan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menginstruksikan langsung kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) untuk merevitalisasi kelompok tani (Poktan).

Hal itu menyusul beredarnya isu bahwa banyak poktan yang bodong alias hanya punya nama saja hanya untuk mendapat bantuan pemerintah saja.

Bahkan, lebih tegas lagi, Suhaili menginstruksikan agar poktan yang tidak jelas itu dibubarkan karena dianggap hanya akan merusak struktur kelompok yang ada selama ini.

“Dinas Pertanian saya perintahkan revitalisasi kelompok tani, jangan sampai ada kelompok tani yang tidak jelas keberadaanya di Daerah ini,” tegasnya saat rapat rutin bersama Kepala SKPM usai senam pagi, Jum’at (22/9).

Tidak hanya itu, dia meminta agar dinas terkait melakukan pengawasan ketat terhadap kelompok tani, begitu juga dengan para penyuluh yang ada dimasing- masing desa.

Ia mengatakan, hal itu agar jangan sampai para penyuluh Loteng tidak pernah turun melakukan penyuluhan kepada para petani yang bisa berdampak kepada poktan yang tidak jelas.

“Struktur kepenngurusan kelompok juga harus jelas, dari nama dan struktur pengurus, untuk izin pembuatan kelompok juga agar diperketat, jangan sampai kelompok tani ini sebatas nama dan tidak jelas peran serta fungsinya bagi perkembangan pertanian,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Distanak Loteng, Taufikurrahman Puanuti mengatakan, sebenarnya pihaknya saat ini sudah melaksanakan tahapan yang diminta oleh pak Bupati.

Dikatakan, Distanak masih mendata kelompok tani pemula, lanjut, madya dan kelompok tani utama.

“Kita sudah panggil para penyuluh untuk mengoptimalisasikan peran mereka memberikan pemahaman kepada para kelompok tani,” katanya membela diri.

Terkait data, untuk kelompok tani yang ada di Loteng berjumlah 2.431, kelompok pemula berjumlah 611 kelompok, kelompok lanjut sebanyak 1.389, madya 298 kelompok dan utama 18 kelompok.

“Sekitar 115 kelompok tani yang tidak jelas dan akan kita lakukan revitalisasi,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.