Piye

Sebuah Desa Di Lotim Potong 45 Ekor Sapi Qurban Ini Rahasianya

Sebuah Desa Di Lotim Potong 45 Ekor Sapi Qurban Ini Rahasianya
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1438 Hijriah serentak dirayakan dengan semarak dan sukacita oleh warga masyarakat. Salah satunya yakni dengan menyembelih hewan kurban yang merupakan tradisi tahunan warga sebagai simbolisasi kepatuhan kepada perintah agama (syariat_red).

Pemandangan tak biasa terlihat di sebuah desa kecil di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Kelayu Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di Desa ini setiap tahunnya selalu tercatat sebagai Desa yang mampu mengumpulkan hewan kurban terbanyak yang mencapai 40 ekor lebih.

Untuk tahun ini saja misalnya, tak kurang dari 45 ekor Sapi berhasil dikumpulkan oleh panitia kurban Masjid setempat yang dikumpulkan dalam tempo singkat selama dua bulan terakhir, sebelum perayaan hari raya lebaran Idul Adha.

Uniknya seluruh hewan kurban yang dikumpulkan bukan merupakan sumbangan perusahaan atau para pejabat daerah, namun merupakan hasil urunan (arisan_red) warga masyarakat yang memiliki niat untuk berkurban dan aqiqah, yang dikumpulkan oleh panitia Masjid,  dan  selanjutnya dibelikan hewan kurban untuk dipotong dan dibagikan kepada seluruh warga desa tanpa terkecuali.

Caranya cukup sederhana, yakni masing masing orang menyerahkan uang senilai 1.5 sampai 2 juta rupiah perorang, yang bisa dicicil atau diserahkan langsung kepada panitia dan oleh panitia selanjutnya dibelikan hewan kurban. Hewan yang berhasil terkumpul selanjtnya akan diporong tepat pada saat lebaran Idul Adha dan telah berlangsung secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Ini telah menjadi tradisi turun temurun warga, dan sistem ini telah kita lakukan hampir 17 tahun lamanya dan hingga saat ini Alhamdulillah tetap terlaksana dan mendapat respon positif dari masyarakat,” ungkap Ustads Anwar Wajdi Q.H terkait pelaksanaan Ibadah qurban di Desa Kelayu.

Selain sebagai bagian dari kematangan beragama masyarakat, kesadaran masyarakat yang tinggi untuk turut serta dalam ibadah kurban yang difasilitasi masjid setempat merupakan langkah untuk mempererat tali silaturahmi, gotong royong serta rasa solidaritas antar masyarakat.

“Tak hanya sebagai simbol kepatuhan dalam  menjalankan syari’at, ini juga bentuk solidaritas dan tingginya jiwa sosial masyarkat dan jiwa gotong royong yang terpupuk selama ini,” lanjutnya.

Sementara dalam dimensi yang berbeda, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang setiap tahun rutin digelar oleh masyarakat Desa Kelayu menjadi bagian terpenting dalam upaya menyampaikan syi’ar  dan aktualisasi nilai nilai Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.

“Ada Syi’ar di dalamnya tentang Ibadah Sosial dan dimensi keta’atan pada syariat, selebihnya budaya berkurban di masjid Kelayu ini bisa menjadi contoh untuk melatih kepekaan masyarkat agar rela berbagi dan ikhlas berkorban demi sesama,” terang  Ir. H. Sakdullah Hamid sebagai pengurus Masjid Al-Umary yang juga adalah tokoh masyarakat setempat.

Pada tahun ini pelaksanaan ibadah Kurban dan Aqiqah di Desa Kelayu Lombok Timur berhasil mengumpulkan sebanyak 45 ekor sapi kurban, dan proses penyembelihannya akan digelar selama dua  hari yakni mulai tangal 11 sampai 12 Zulhijjah 1438 H (tanggal 02-03 September 2017) dan berlangsung di halaman masjid Al-Umary Kelayu, dengan melibatkan hampir seluruh masyarakat secara bergotong rotong, yang dikoordinir dalam kepanitiaan masjid setempat. (01)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.