Piye

REI NTB Didesak Gelar Program CSR

REI NTB Didesak Gelar Program CSR
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Lombok Barat, Real Estate Indonesia (REI) NTB didesak menggelar kegiatan Corporate Responsibility Respon (CSR).

Hal ini disampaikan pemda Lobar melalui Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lobar, HL.Winengan disela-sela acara pertemuan dengan belasan pengembang.

“Karena ini khusus untuk masyarakat miskin, kita minta berupa bangunan unit rumah,” kata Winengan dihadapan Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid, REI NTB dan sejumlah Pengembang yang hadir saat itu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris REI NTB, Anas Amrullah mengemukakan, terkait dengan program CSR, REI sendiri menyambut dengan positif.

Hanya saja, perlu koordinasi lagi dengan pihak terkait, termasuk dengan pemkab Lobar.

“Seperti harapan Pak Bupati, perlu pertemuan yang lengkap baik dari kami maupun pemkab Lobar,” harapnya.

Anas juga menyinggung pelaksanaan pembangunan perumahan yang dikembangkan di NTB tahun ini. Jumlahnya mencapai 7.010 unit di 24 lokasi. Tujuh ribu unit di antaranya yang sudah terbit ijinnya dan sebagian sedang dalam tahap progress.

Dari 24 lokasi kata Anas melanjutkan, 16 lokasi menyebar di Lobar. Rencana pembangunan tahun 2017 ini sebanyak 4.068 unit dan yang sudah terealisasi sekitar 1.900-an unit.

Lebih lanjut dikatakan putra mantan bupati Mujitahid ini, dari realisasi ini, artinya 60 persen konsentrasi pada pelaksanaan pembangunan.

Alasannya, karena Lobar merupakan kabupaten penyangga kota Mataram. Artinya, pembeli bukan hanya berasal dari Lobar, tapi juga dari luar Lobar.

Dikaitkan dengan pelaksanaan pembangunan perumahan, harus ada multi pihak yang ikut terlibat. Baik dari proses ijin sampai dengan proses pelaksanaan dan penyiapan infrastrukturnya.

Sementara Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya berharap akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas soal perumahan ini.

Tetapi pada pertemuan selanjutnya, semestinya semua lengkap. Baik dari REI maupun pihak pemda Lobar.

Dari pihak pemda, diharapkan minimal ada hadir Sekda. Lebih bagus semua lengkap, ada Bappeda, PUPR, Disperkim dan instansi terkait lainnya.

“Mudah-mudahan pada pertemuan nanti dari REI lengkap, dari kami juga lengkap,” harap bupati. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.