Piye

Rawan Disunat Bansos Bedah Rumah Di KLU Diawasi

Rawan Disunat Bansos Bedah Rumah Di KLU Diawasi
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Segera dikucurkannya bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH_red)  tahun 2017 untuk warga KLU akan diawasi ketat oleh Dinas Sosial, pasalnya dalam proses pencairan bantuan tersebut rawan disunat oknum nakal dengan ragam alasan.

“Siapapun itu mau kades, aparat Desa, atau dari Dinas yang mau memotong bantuan tersebut, tolong segera laporkan,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KLU, Hadari pada Suara Lombok, Senin(11/9).

Untuk diketahui pada tahun 2017 ini ditetapkan sebanyak 530 penerima bantuan yang tergabung dalam 53 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang dengan masing-masing orang akan mendapatkan bantuan sebesar 10 juta rupiah.

Menurut Hadari bantuan Rp 10 juta ini terhitung masih kecil, dan jika ini disunat lagi sangat membebankan penerima bantuan pihaknya juga mendapatkan laporan potongan dananya sampai Rp 500 ribu dengan alasan untuk pembuatan proposal. “Masak sampai Rp .500 untuk pembuatan proposal saja. Cukup Rp 5 - 10 ribu saja cukup,” tandasnya.

Lebih lanjut, Hadari mengungkapkan target lain yang bisa digunakan oknum-oknum untuk menyunat bantuan tersebut adalah saat pembuatan rekening bank. “Saran saya, kalau di satu kelompok ada 10 orang dan butuh biaya Rp 100 ribu untuk pembuatan rekening ini maka satu orang cukup keluarkan Rp 10 ribu saja. Jangan masyarakat miskin ini diberatkan lagi,” ungkapnya.

Untuk menjamin bansos tersebut tepat sasaran dan dapat diterima utuh oleh warga, Hadari berjanji akan menerjunkan tim evaluasi untuk mengawasi agar jangan sampai masyarakat miskin penerima bantuan ini dimanfaatkan oknum tertentu.  “Sekarang sedang tahap pembuatan rekening, terus uang ditransfer ke rekening itu. Nanti ketua kelompok yang menyalurkan ke anggotanya,” pungkasnya. (cr - 08 )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.