Piye

Program Cetak Wirausahawan di KLU Masih Ngambang

Program Cetak Wirausahawan di KLU Masih Ngambang
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Salah satu program andalan yang di gadang - gadang oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul dan Syarif dalam periode kepemimpinannya di KLU yakni mencetak 10 ribu Wirausahawan masing gamang dan belum terlaksana. Padahal tahun ini adalah tahun kedua untuk lima tahun kepemimpinan mereka. Konon proses realisasi ini terbentur aturan di pusat.

“TP4D yang masuk di sana ada BPK, Pengadilan, maupun polisi disitu memberi masukan. Karena tidak sesuai dengan PP. Kita ikuti dulu semua saran dari mereka," ungkap Wakil Bupati KLU Sarifudin kepada Suara Lombok pada Jumat.

Menurutnya, sampai saat ini masyarakat Lombok Utara sudah menanti-nanti kapan akan terwujudnya program tersebut. Pihaknya pun mengakui ini dan meminta supaya masyarakat bersabar. Sebab Syarif tak ingin apa yang dihajatkannya justru berujung persoalan.

“Sekarang sudah banyak yang bertanya, nggak apa-apa masyarakat menunggu dulu, tapi apa yang kita hajatkan ini bisa terpenuhi sampai 5 tahun masa jabatan kami," katanya.

Proses realisasi wirausahawan baru, sejauh ini sudah dianggarkan dalam APBD 2017 sebesar Rp 9 miliar. Namun anggaran itu tidak dieksekusi dan akan digeser ke tahun anggaran 2018. Dalam tahun yang sama, pemerintah akan menambah pula nominalnya sebesar Rp 3 miliar.

“Verifikasi sudah hampir rampung dan anggaran akan dilakukan di 2018. Sekarang yang ada Rp 9 miliar segera ditambah Rp 3 miliar lagi," jelasnya.

Pihaknya berharap tahun depan paling tidak sudah ada muncul wirausahawan baru di Lombok Utara. Meskipun tidak terealisasi 100 persen tetapi paling tidak, hal itu dapat terwujud secara bertahap.

“Kalau tidak seratus persen yang jelas kita sudah berupaya, yang ada dulu kita realisasikan, karna Kendala teknis terbilang masih banyak, kami akan selesaikan satu persatu," tandasnya.

Pemerintah juga memiliki target setiap tahun guna mewujudkan salah satu program unggulan tersebut. Di mana dalam satu tahun paling tidak dapat mencetak 3 ribu wirausahawan muda. Hanya saja, estimasi ini menginjak tahun kedua masa pemerintah Najmul-Syarif justru belum ada yang bisa terwujud.

“Rencananya nanti setiap orang wirausaha akan diberikan bantuan senilai Rp 3 juta, tapi nilai itu dianggap terlalu kecil, apalagi tidak dibarengi dengan  Balai Pelatihan Kerja BLK," pungkasnya. (Cr -08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.