Piye

Pemdes Ngaku Kualahan Sikat Eks PSK Dolly, Alasannya Bikin Ngilu

Pemdes Ngaku Kualahan Sikat Eks PSK Dolly, Alasannya Bikin Ngilu
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Menjamurnya eks PSK Dolly Surabaya di kawasan wisata Kuta ternyata membuat pihak pemerintah kualahan. Tidak terkecuali pemerintah desa setempat.

Kades Kuta, Lalu Badaruddin saat dikonfirmasi sejumlah awak media beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya kualahan karena para PSK tergolong lihai mengelabui warga.

“Yang bekerja orang luar (Bukan asli warga Desa Kuta-Red), kami tidak bisa campuri semua urusannya,” kesal Badaruddin.

Meski begitu, yang justru lebih dikhawatirkan Pemdes, wanita penghibur ini kemungkinan membawa penyakit menular bagi masyarakat setempat.

“Tapi kami tidak bisa mengecek terlalu mendalam karena nantinya akan berbenturan dengan masyarakat,” tambahnya.

Disesali Badaruddin sebenarnya justru sikap Pemda yang terkesan hanya melakukan razia- razia di pusat Kota saja.

Menurutnya, sebenarnya yang paling rentan terebut adalah tempat- tempat wisata yang memiliki banyak tempat kos- kosan.

“Ini hanya razia di Praya saja, mana ada (razia) di sana,” ujarnya.

Selain permasalahan itu, yang menjadikan Pemdes Kuta ‘tidak berkutik’ adalah metode PSK yang selalu berpindah tempat mangkal.

Jika situasi dianggap sudah tidak aman, maka wanita- wanita tersebut akan mencari tempat baru.

“Sekarang malah informasinya mereka pindah ke Pantai Serenting dan masyarakat sudah mulai resah,” akunya.

Ia berharapa agar semua pihak bisa ikut terlibat membasmi penyakit masyarakat ini dan tidak hanya melempar persoalan ke Pemdes Kuta semata. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.