Piye

Pemda Gamang Bekukan Santosa Dewan Lobar Protes

Pemda Gamang Bekukan Santosa Dewan Lobar Protes
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sikap setengah hati pemda Lobar untuk membekukan aset hotel Santosa karena telah menunggak pajak hampir 3 milyar lebih menjadi polemik dan hingga kini mengundang reaksi berbagai pihak. Pasalnya meski santer diisukan akan ditutup, namun terbukti hotel yang terletak di kawasan Wisata Senggigi tersebut masih tetap beroperasi seperti biasa.

Reaksi meminta tindakan tegas pemda Lobar disuarakan H. Jamhur, salah seorang anggota dewan Lobar yang mengaku jengah dengan sikap hotel yang terkesan tidak mau kooperatif menyelesaikan kewajibannya membayar pajak kepada pemerintah daerah.

Bahkan Jamhur mendesak pihak pemda untuk menempuh jalur hukum mempidanakan pengelola hotel karena dinilai lalai membayar kewajibannya, dan dinilai masuk dalam ranah  kasus penggelapan.

"Dugaan tindakan pidana penggelapan pajak masyarakat itu bisa dilaporkan ranah pidana,  satu kali 24 jam itu bisa di tangkap pelakunya, tapi ini faktanya tidak ada kan aneh," ungkap H. Jamuhur anggota DPRD Lobar saat ditemui, Selasa (05/9).

Jamhur juga menyoroti sikap Sekda dan Badan Pendapatan Daerah yang terkesan ragu untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib agar bisa diselesaikan secara hukum, dengan alasa menyelamatkan PAD tentunya. " Ya harus di polisikan,  itu yang belum dilakukan dan sampai saat ini tiga kali sudah kepala dispenda di ganti belum juga bisa menyelesaikan kasus ini," sesalnya.

Yang lebih miris lagi badan Dinas pendapatan daerah (Bapenda) sendiri pernah menerima cek dari pihak pengembang hotel tersebut  pada mei 2017 sebesar Rp.3,4 Milyar sebagai pembayaran pajak tersebut, namun itu berupa cek kosong, hal ini juga luput dan justru didiamkan oleh Bapeda.

"Ada apa dengan bapenda kenapa di biarkan dan kenapa tidak lapor polisi saja, kan itu termasuk penipuan dan penggelapan," pungkasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.