Piye

Pedagang Pancor Ngaku Diintimidasi Juru Pungut

Pedagang Pancor Ngaku Diintimidasi Juru Pungut
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Belasan perwakilan pedagang pasar Pancor mendatangi Kebun Raja kantor DPRD Lombok Timur, Senin (18/9).

Pedagang datang mengadu terkait ulah oknum petugas pemungut retribusi pasar Pancor yang melakukan intimidasi dan penekanan terhadap para pedagang untuk membayar retribusi.

“Kami datang ke kantor DPRD Lotim untuk mengadukan nasib kami yang dapat intimidasi dari oknum juru pungut,” ungkap Nurhayati, salah seorang perwakilan pedagang dihadapan anggota DPRD Lotim dan Badan Pendapatan.

Kedatangan para padagang tersebut diterima Sekretaris Komisi III DPRD Lotim, H Huspiani bersama anggota komisi lainnya. Termasuk juga Kepala Bidang Retribusi Badan Pendapatan Lotim, Baiq Emi Yunaida.

Selain itu, kata para pedagang, petugas juru pungut retribusi tersebut melakukan pungutan lebih dari ketentuan yang ada.

Dicontohkan, dalam Perda dilakukan pungutan sebesar Rp. 1.000 per pedagang, namun kenyataan dilapangan pungutan mencapai Rp. 2.000 per pedagang.

“Mana diancam, terus dipungut diluar ketentuan,” tambah Aqsa, Ketua Serikat Pedagang Pasar Pancor.

Menanggapi para pedagang, Kepala Bidang Retribusi Badan Pendapatan Lotim, Baiq Emi Yunaida melakukan pembelaan terhadap tukang pungutnya.

Ia berdalih, yang dilakukan juru pungut sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Perda.

Tetapi terkait isu pungutan yang melebihi ketentuan, ia berjanji pihaknya akan lakukan evaluasi terhadap kinerja petugas juru pungut yang ada di pasar Pancor.

“Tidak mungkin kami lakukan pemungutan diluar ketentuan yang sudah ada,” bela Emi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Lotim, H. Huspiani menegaskan, pihak Badan Pendapatan harus segera bersikap dengan isu ini.

“Kalau memang betul terjadi, Badan Pendapatan harus mengambil sikap tegas. Jangan dibiarkan berlarut-larut agar pedagang tidak dirugikan!” tegas Huspiani. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.