Piye

Ojek Rinjani Viral di Medsos Pengunjung Minta Ditertibkan

Ojek Rinjani Viral di Medsos Pengunjung Minta Ditertibkan
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Gonjang ganjing keberadaan jasa Ojek di jalur pendakian gunung Rinjani mulai ramai dibicarakan nitizen yang  resah dengan keberadaannya. Bahkan setelah diupload salah seorang pengunjung dalam salah satu akun bernama Lalu Cahya beberapa waktu lalu, yang menge-tag foto sejumlah sepeda motor lalu lalang di jalur pendakian Taman Nasonal Gunung Rinjani (TNGR-Red) caption milik cahya ramai mendapat komentar para pengguna medsos.

Akun tersebut juga menuliskan caption pada foto yang di uploadnya "Jangan mendaki ke gunung Rinjani, Nanti ditabrak Ojek" sontak menyita perhatian para warganet yang mengomentari tautan tersebut, ada yang menerima dan ada pula yang menolak keras keberadaan transportasi baru tersebut karena dikhawatirkan akan menggangu kenyamanan para pendaki. Dan juga menyebabkan keasrian alam dan udara Rinjani akan ternoda oleh polusi kendaraan.

Seperti yang terlihat pada komentar @Riski Hasmi “Saya kira kita tidak bisa melarang orang ngojek disana.Mereka (orang sembalun) dari papuk baloknya ( nenek moyangnya) sudah disana, wajar mereka cari rejeki sampe sana,” tulis salah seorang nitizen.

Sementara komentar lain ditulis @Achmad Saputra yang dengan tegas menolak keberadaan ojek di jalur resmi Rinjani “Kesan mendakinya jadi hilang.....sama kayak di gunung semeru...udah sepi kerena kecantikannya sudah rusak...bayangkan saja sampai pangkal gunung sudah ada akses kendaraan..membuat para pendaki tidak nyaman,” tulisnya.

Informasi yang dihimpun, para pendaki yang lelah membawa beban di pundak mereka bisa ditawari ojek saat berada di Gapura Balai TNGR (pintu resmi jalur pendakian) hingga sampai ke gapura baru yang jaraknya sekitar empat kilometer,  Bahkan bisa lolos menuju pos dua dengan tarif sekitar Rp 150 ribu persekali jalan.

Para nitizen dan pengunjung Rinjani umumnya menyayangkan aktifitas para Ojek yang harus masuk jalur pendakian dan cenderung dinilai meresahkan tersebut. Karenanya pihak terkait baik pengelola Rinjani hingga Dinas terkait diharapkan tidak tutup mata dan segera turun tangan mengatur regulasi serta menertibkan mereka agar citra Rinjani sebagai kawasan wisata alam yang asri tetap terjaga,  (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.