Piye

Meski DJP Bisa Intip Rekening, Namun Data Nasabah Aman

Meski DJP Bisa Intip Rekening, Namun Data Nasabah Aman
SuaraLombok.com | Mataram - Ketua Pengurus Daerah IKPI Wilayah Bali dan Nusra, I Kadek Agus Ardika menegaskan kepada publik agar tetap tenang meski Direktur Jenderal Pajak (DJP) bisa mengintip rekening nasabah.

Karena menurut UU Nomor 9 tahun 2017, DJP hanya menggunakan rekening nasabah untuk kepentingan perpajakan. Dalam UU ini juga telah ada proteksi, jika di salah gunakan maka ada sangsi baik kurungan satu tahun atau denda satu milyar.

"Jadi UU Nomor 9 tahun 2017 ini DJP bisa meminta dengan tujuan perpajakan, UU juga mengatur bahwasanya itu sudah ada proteksi dan ada sangsi yang mengatur bagi yang membuka bukan untuk kepentingan perpajakan, jadi ndak boleh khawatir," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua IKPI Cabang Mataram Asrarudin. Ia melihat, tingkat kesadaran masyarakat di Nusa Tenggara Barat untuk membayar pajak kategorinya masih lemah.

Dari target penerimaan pajak sebesar 1,7 Triliun pada semester pertama, hanya terealisasi sebesar Rp. 800 milyar. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya membayar pajak menjadi faktor rendahnya penerimaan pajak daerah.

Meski begitu Asrarudin optimis dengan di sahkannya UU Nomor 9 tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan Menjadi Undang-Undang, maka penerimaan pajak di NTB akan menjadi lebih baik kedepannya.

"Iya masih lemah, kurangnya informasi dan pemahaman pentingnya membayar pajak masih kurang, tapi kita optimis kedepannya masyarakat akan lebih paham dan menyadari pentingnnya membayar pajak." Ungkapnya.

Maka dari itu guna memberikan pemahaman, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKAPI) menggelar seminar implementasi UU Nomor 9 tahun 2017 pada Sabtu (16/9). Seminar ini menghadirkan para praktisi keuangan dan perpajakan. Hadir pula setidaknya 150 peserta dari berbagai latar belakang.

"Makanya kita dari IKPI menginisiasi kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi dan pemahaman," pungkasnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.