Piye

Mengaku Didzolimi, Warga Gugat HGU PT. Sanggar Agro

Mengaku Didzolimi, Warga Gugat HGU PT. Sanggar Agro
SuaraLombok.com | Mataram - Warga Kecamatan Tambora bersama kuasa hukum mengajukan gugatan atas HGU PT. Sanggar Agro Karya Persada ke PTUN Mataram pada Jumat (22/9). 

Gugatan bernomor 165/G/2017/PTUN-MTR ditujukan kepada BPN dan pemerintah. Langkah ini ditempuh lantaran warga merasa didzolimi. Sebab tanah yang mereka kuasai secara turun-menurun ini di duga di serobot. 

“Saya sebagai Ketua DPW Garda Rajawali Perindo NTB sekaligus sebagai ketua tim kuasa hukum dari Law Office Sasambo, tujuan dan maksud kami datang kesini untuk memasukkan gugatan melawan pertanahan cq. Pemerintah kabupaten Bima mengenai PT. Sanggar Agro Karya Persada, untuk kepentingan rakyat yang sudah didzolimi karena rakyat sudah turun-temurun mereka menguasai dan menempati itu posisi lokasi tanah itu,” ujar Ketua DPW Garda Rajawali Perindo NTB, Nurdin SH.

Nurdin mengaku warga setempat sudah menguasai lahan itu mulai 1989 hingga kini. Di era kepemimpinan Bupati Ferry Zulkarnaen (sekarang almahum-red) ada pemekaran desa pada tahun 2012. Sehingga warga memiliki SPPT sebagai bukti wajib pajak atas lahan.  

Namun dalam perjalanannya, sekitar tahun 1994 atau 1996, PT. Sanggar Agro Karya Persada mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) pertama. Dan pada tahun 2014, muncul kembali HGU kedua dengan luas lahan mencapai sekitar 3.090 hektar.  

Dampak dari keluarnya HGU, warga setempat tidak bisa melakukan aktivitas sebagai petani. Bahkan parahnya lagi, warga yang jumlahnya kini mencapai 600 Kepala Keluarga ini terancam diusir.  

“Izin HGU nya tahun 1994-1996 tapi tidak ada kegiatan apapun disitu, luas lahan HGU kedua hampir empat ribu hektar kalau HGU yang pertama sekitar 500 hektar, mendiami dari sejak 1989 sampai hari ini, terancam di usir dan mereka sekarang terlantar,” ungkap Nurdin.

Atas persoalan tersebut, warga sudah berupaya untuk menemui bupati Kabupaten Bima, hanya saja dalam mediasi belum ada titik temu. Karena dianggap belum terang, akhirnya warga di dampingi kuasa hukum melakukan gugatan ke PTUN Mataram. Mereka menuntut agar Hak Guna Usaha yang dikantongi oleh PT. Sanggar Agro Karya Persada dicabut.

“Masukkan gugatan itu untuk membatalkan HGU nya PT. Sanggar Agro Karya Persada,” terang Nurdin SH. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.