Piye

Limbah Satu Ini Ternyata Bernilai Jual Tinggi, Ini Buktinya

SuaraLombok.com | Mataram - Batok kelapa tak selamanya menjadi limbah yang tak bernilai.

Di tangan seorang bernama lengkap Ika Asni Susanti ini, batok kelapa yang dipadukan dengan ketak (Kerajinan rotan-Red) bisa dirubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi

Dari penuturannya, ide itu ia dapatkan saat sedang berjalan-jalan di Surabaya dan langsung membuat usaha yang ia geluti semenjak satu setengah tahun lalu.

“Saya belajar di Jawa, waktu jalan-jalan saya liat ada tas batok kelapa. Saya pikir kenapa saya tidak gabung kerajinan itu dengan hasil ketak di Lombok. Akhirnya terciptalah ide dan desain,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Majeluk, Mataram.

Dari batok kelapa dan ketak itu, ia mampu menciptakan beberapa jenis kerajinan diantaranya tas, lampu hias, souvenir, hingga asbak. Kerajinan tersebut ia beri nama Batket atau “Batok Kelapa Ketak”.

Proses pembuatannya mulai dari dua sampai tingga hari, tergantung tingkat kesulitan dari jenis kerajinan itu sendiri.

Meski belum lama ia tekuni, usaha ini mampu memberikan pemasukan Rp. 3 juta hingga Rp. 4 juta perbulan.

Bentuk dan rupa yang unik menjadikan kerajinan ini memiliki prospek yang bagus. Bahkan ke depan berpotensi diekspor.

“Prosfeknya bagus karena barangnya unik dan ada nilai jualnya. Untuk ekspor bisa, Insya Allah akan ekspor,” ucapnya.

Tak hanya itu, berkat kerajinan ini tentu mampu menyerap tenaga kerja. Untuk saat ini ia memperjual belikan kerajinannya via online, dan mendistribusinya ke beberapa gallery di Kota Mataram. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.