Piye

Krisis Rohingya Tokoh Ummat Beragama KLU Siap Datangi Kedutaan Myanmar

Krisis Rohingya Tokoh Ummat Beragama KLU Siap Datangi Kedutaan Myanmar
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Krisis kemanusian dan penindasan yang menimpa etnis kaum minoritas Islam Rohingya di Negara Myanmar mengundang banyak pihak di daerah. Menyikapi akan terganggunya hubungan antar agama di Kabupaten Lombok Utara, Bupati Najmul Akhyar langsung mengumpulkan seluruh tokoh agama yang ada di KLU untuk mendeklarasikan pernyataan sikap bersama.

“Saya menyatakan Mengutuk kekerasan yang terjadi di Rohingnya, itu sama sekali tidak mendiskriminasikan suatu agama dan tidak menjunjung tinggi ajaran agama, karna ajaran agama apapun pasti mengajarkan kasih sayang terhadap sesama manusia," ungkap Bupti KLU, H.Najmul Akhyar SH, MH di sela sela acara.

Tak hanya Najmul, tokoh Agama Budha yang turut hadir dalam deklarasi tersebut juga menyatakan penyesalannya atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, dan menganggap hal tersebut adalam murni kejahatan kemanusiaan bukan persoalan agama.

“Kami umat Budha KLU mengutuk dan mengecam keras segala bentuk tindakan agresi militer myanmar terhadap warga Rohingnya, yang menyebabkan korban jiwa dan sebagian besar lagi sedang mengalami penderitaan fisik dan psikis,” ujar Bikku Upasiolo selaku pembina Komunitas Ummat Budha KLU ditanyai tanggapannya prihal kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Negeri Aung San Suu Kyi tersebut.

Deklarasi Ummat beragama tersebut menelurkan sejumlah kesepakatan diantaranya menyerukan rasa empati yang mendalam atas penderitaan warga Rohingya, mengecam tindakan kebiadaban yang terjadi dan melakukan aksi penggalangan dana serta mengajak semua komponen bangsa khususnya di NTB untuk bersama menjaga kerukunan antar ummat beragama agar tidak terprovokasi dengan krisis kemanusiaan di Myanmar.

“Kami juga akan coba menyusun agenda untuk datang ke Kedutaan Besar Mynmar menyuarakan bahwa Persatuan Ummat beragama di KLU mengecam kekerasan yang menimpa saudara kita di rohingnya myanmar,” Tutup Najmul Akhyar. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.