Piye

KPU dan PWI Gelar Sangkep Beleq, Ternyata Ini Tujuannya

KPU dan PWI Gelar Sangkep Beleq, Ternyata Ini Tujuannya
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lotim menggelar sangkep beleq.

Hal itu dilakukan dalam rangka untuk menyambut perhelatan pesta demokrasi Pilkada serentak Gubenur dan Bupati Lotim tahun 2018.

Sementara kegiatan sangkep beleq tersebut bertemakan cara jurnalis merawat demokrasi dan sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Lotim tahun 2018.

Baca juga Pilbup Lotim :

Ketua Panitia Pelaksana Sangkep Beleq, Rusliadi dalam laporannya mengatakan kalau kegiatan ini bertujuan agar insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi bisa mengetahui dan memahami aturan dalam pelaksanaan Pilkada.

Meski berada diluar sistem, tapi peranannya bisa memajukan atau bisa juga menghancurkan demokrasi. Maka peranan pers sangat penting dalam perhelatan Pilkada tersebut.

"Pers perlu banyak tahu masalah aturan main Pilkada untuk kemudian diaktualisasikan di lapangan sebagai tugas jurnalis," kata Rusliadi.

Ditempat sama, Ketua PWI Perwakilan Lotim, Dimyati menegaskan, dengan kegiatan sangkep beleq ini semua insan pers di Lotim baik cetak maupun elektronik bisa mendapatkan tambahan ilmu mengenai tata cara dan tahapan pelaksanaan pilkada Lotim.

"Kegiatan ini sangat baik dalam rangka menyamakan persepsi antara KPU dengan wartawan menuju Pilkada serentak," tegas Dimyati.

Baca juga Pilgub NTB :

Sementara  Ketua KPU Lotim, M. Saleh dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan sangkep beleq tersebut menegaskan kegiatan sangkep beleq ini dengan menghadirkan semua awak media di Lotim.

Dengan tidak saja berbicara masalah Pilkada serentak, akan tapi masalah  Pileg dan Pilpres juga menjadi kesatuan yangg tidak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya.

Karena tahapan Pilkada akan di mulai pada tanggal 27 September 2017 dengan pembentukan panitia adhock.

"KPU sangat berterima kasih kepada media bersama-sama  dalam mensosialisasikan masalah aturan Pilkada, agar masyarakat mengetahui dan memahami dengan baik," tegas Saleh.

Selain itu, Saleh meminta kepada semua wartawan cetak dan elektronik untuk tetap menjaga sinergitas dengan KPU Lotim. Karena biar bagaimanapun keberadaan KPU tidak akan ada artinya tanpa bantuan media massa untuk mempublikasikan.

"Sukses dan tidaknya Pilkada di Lotim tergantung dukungan teman-teman media massa, selain masyarakat luas," tambahnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.