Piye

KPP Gelar Seminar Regional di Ponpes Darusy Syifa

KPP Gelar Seminar Regional di Ponpes Darusy Syifa
SuaraLombok.com | Mataram - Komunitas Partisipasi Publik (KPP) Lombok menggelar seminar regional di Ponpes Darusy Syifa Tirtanadi Labuhan Haji Lombok Timur.

Seminar ini dihadiri 100 peserta, diantaranya dari unsur santri, MMI NTB dan tokoh masyarakat. Hadir pembicara dari akademisi UIN Mataram H. Zubaidi S. Ag,. M.Pd.I dan DR. Jumarim Umar Maye M.Hi.

Direktur KPP Syamsul Hadi menyampaikan bahwa ada tiga tema besar yang di bahas dalam seminar. Tema yang pertama, penguatan kembali ajaran Islam rahmatalil'alamin di kalangan ormas Islam guna membendung penyebaran khilafah. Kedua, satukan persepsi ormas, pesantren dan pemerintah pasca pembubaran HTI. Dan ketiga, pertumbuhan ekonomi semester 1 tahun 2017.

TGH. Tafaul Amri Jaya Pengasuh Ponpes Darusy Syifa Lombok Timur dalam sambutannya berharap agar para peserta bisa serius mengikuti kegiatan seminar regional ini. Karena dalam seminar, para peserta akan dibekali pemahaman sehingga bisa menambah ilmu pengetahuan.

"Seminar regional ini dapat memberikan kebaikan dan membawa berkah," pesan TGH. Tafaul Amri Jaya.

Selanjutnya, naasumber pertama DR. Jumarim Umar Maye memulai pemaparan tentang Islam Rahmatallilalamin. Menurutnya, Islam datang untuk membawa rahmat dan berkah bagi semua makhluk yang ada di alam semesta. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak, seharusnya Indonesia menjadi negara yang indah, damai, dan beradab sebagaimana telah diajarkan dalam agama Islam.

"Islam dengan begitu banyak pemeluk harus bisa mengayomi," ujarnya.

Sementara H. Zubaidi narasumber kedua bicara tentang Islam sebagai pedoman hidup dan sebagai keyakinan. Menurutnya, Islam itu sudah tuntas dalam berbangsa dan bernegara. Kitab suci Al quran itu berbicara tentang semua aspek kehidupan. Seperti tentang politik, sejarah, pendidikan dan agama.

"Islam itu sudah tuntas dalam berbangsa dan bernegara," bebernya.

Usai pemaparan, Seminar Regional yang pandu oleh Taufan Iswandi, M.Si selanjutnya diisi dengan tanya jawab. Meskipun terjadi adu argumen antara narasumber dan audiens, namun kegiatan ini berjalan dengan lancar dan ilmiah. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.