Piye

Kesulitan Penuhi Target, BUPPD Bongkar Alasannya

Kesulitan Penuhi Target, BUPPD Bongkar Alasannya
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Cukup sulitnya memenuhi target pembayaran pajak di Lobar membuat pihak Badan Unit Pelaksana Pajak Daerah (BUPPD) angkat bicara.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) BUPPD Gerung, Saeful Amri membeberkan, salah satu alasan sulitnya memenuhi target ini adalah minimnya kesadaran masyarakat wajib pajak.

Sehingga, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke berbagai lini.

Selain di sekolah-sekolah, Ponpes dan desa-desa yang ada, pihaknya membuat terobosan yang dinamakan program Pengingat Pajak melalui SMS.

Program ini merupakan sistem informasi elektronik yang akan memberitahukan jatuh tempo kendaraan bermotor agar para pemilik kendaraan tidak lupa membayar pajak setiap tahunnya.

“Dengan menginput nomor handphone, maka secara otomatis pemilik nomor akan diingatkan tujuh hari sebelum jatuh tempo utnuk menghindari denda. Wajib pajak juga bisa cari tahu berapa besaran pajak yang harus dibayarkan,” jelasnya dalam acara Pekan Panutan Pajak dan Sosialisasi Sadar Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Rabu (27/9).

Selain alasan kesadaran, ternyata jarak yang jauh juga menjadi salah satu penyebabnya.

Mengatasi hal itu, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB melalui UPT-BUPPD Gerung menyiapkan Samsat Keliling (Samling).

Masyarakat akan difasilitasi dengan dukungan babinkamtibmas yang ada di masing-masing desa.

“Targetnya di seluruh desa. Khusus untuk desa-desa yang jauh seperti di wilayah Kecamatan Sekotong. Di sana, masyarakatnya banyak yang belum bayar pajak. Mungkin jarak yang jauh jadi penyebabnya,” kata Kepala Bapenda NTB Iswandi. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.