Piye

IHTF Banyak Dilirik, Ini Pesan Dosen UGM

SuaraLombok.com | Mataram - Promosi wisata halal terus digemborkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Sukses menggelar Internasional Halal Travel Fair (IHTF) tahun 2016 lalu, Dinas Parawisata NTB kembali menggelar IHTF untuk kedua kalinya pada hari Jumat, di Islamic Center Mataram.

IHTF yang merupakan event sebagai rangkaian dari perhelatan akbar wisata NTB Bulan Pesona Lombok Sumbawa, sebelumnya telah berhasil mendatangkan 90 buyer (pembeli-red) dari wisatawan mancanegara dan domestik.

IHTF dikatakan Kepala Dinas Parawisata NTB, H. L. M. Faozal sebagai salah satu even yang ditunggu oleh wisatawan. Hal itu ia nyatakan karena melihat jumlah buyer yang berkunjung tahun ini mencapai 260 orang wisatawan mancanegara dan domestik.

"Buyer ada yang manca negara yaitu dari 18 negara dan mereka tergabung dalam IHTF, ini meningkat 30 persen. Ini berarti semakin hari semakin ditunggu sama industri IHTF ini", ungkapnya pada awak media saat ditemui disela-sela kegiatan.

Faozal mengungkapkan bahwa event ini akan rutin digelar setiap tahunnya. IHTF sendiri, menurutnya, sudah linear dengan branding Wisata Halal NTB.

"Ini akan kita besarkan betul-betul kita besarkan", pungkasnya.

Sebelumnya, Dosen Pariwisata Gadjah Mada, Arista Atmadjati, S.E., M.M menyatakan bahwa NTB sebagai satu-satunya destinasi dengan branding halal di Indonesia. Dan branding tersebut, saat ini menjadi incaran Provinsi Sumatra Barat, akunya.

"Gili-gili di NTB sudah terkenal. Terutama Gili Trawangan, G. Air dan G. Meno, oleh karena itu, saya rasa parawisata di NTB harus fokus ke branding dan pantainya yang sudah sangat di kenal", imbaunya.

Selain itu, ia mengungkapkan saat ini NTB, khususnya Lombok sebagai 10 destinasi terbaik. Hal tersebut harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Tak hanya itu, Arista Atmadjati mengatakan bahwa NTB juga harus memperhatikan aksesibilitas, keamanan bagi para wisatawan, dan peningkatan SDM dalam segi pariwisata untuk membantu para wisatawan.

"Ini perlu didukung juga dengan ketersedian SDM, minimal kompetensi dalam bahasa Inggris lah", katanya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.