Piye

Hari Tani Nasional, KPR Gelar Aksi

Hari Tani Nasional, KPR Gelar Aksi
SuaraLombok.com | Mataram - Komite Perjuangan Rakyat kota Mataram (KPR - Mataram) melakukan unjukrasa memperingati Hari Tani Nasional tahun 2017.

Dalam aksi ini massa membentangkan spanduk bertuliskan Rezim Neoliberalisme Anti Demokrasi Telah Gagal Mempertahankan Hak Rakyat Atas Agraria.

Massa berangkat dari Gomong Square Mataram menuju kantor gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebelum sampai kantor gubernur, massa berorasi sebentar di perempatan BI Mataram.

Usai berorasi, massa kemudian menuju kantor Gubernur NTB. Setelah sampai, massa melakukan orasi secara bergantian. Dalam orasinya massa menyampaikan tujuh tuntutan dengan lima solusi.

Tujuh tuntutan ini adalah,
1. Tuntaskan konflik agraria
2. Berikan demokrasi seluas luasnya
3. Berikan subsidi pertanian, tehnologi, akses pasar, jaminan harga dan tanah kepada petani
4. Cabut UU perpu ormas
5. Cabut UU pengadaan lahan
6. Cabut PP 78 dan hapus system kontrak dan outsourching
7. Pendidikan dan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat tanpa syarat.

Lima solusi KPR Mataram yaitu,
1. Reforma Agraria Sejati
2. Nasionalisasi aset vital dibawah Kontrol Rakyat
3. Bangun Industri Nasional yang kuat dibawah Kontrol Rakyat
4. Pendidikan gratis, Ilmiah, Demokratis dan Bervisi Kerakyatan
5. Bangun Alat Politik Alternatif Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, massa melakukan teatrikal menggambarkan "tangisan" petani. Usai teatrikal, dua pejabat pemprov. NTB, Wirajaya Kusuma dan Husnul Fauzi menemui massa untuk memberikan tanggapan.

Dalam tanggapan mereka menyampaikan diantaranya aspirasi massa akan di tampung untuk kemudian di sampaikan kepada pemerintah.

Hanya saja dari tujuh tuntutan massa, ada beberapa item yang menjadi kewenangan dari pemerintah pusat seperti terkait pencabutan UU ormas.

"Akan kami sampaikan ke pemerintah, dari tujuh item ada aspirasi yang di daerah juga ada yang aspirasi pusat," ujarnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.