Piye

Gunung Agung Erupsi, Lombok Mulai Kebanjiran Pengungsi

Gunung Agung Meletus, Lombok Mulai Kebanjiran Pengungsi
SuaraLombok.com | Mataram - Arus pengungsi yang terdampak aktivitas Gunung Agung Bali terus berdatangan.

Tidak hanya melalui Lombok Internasional Airport, tetapi juga melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Sejak 23 September lalu hingga Selasa (26/9) pukul 12.42 Wita, tercatat 26 KK dan 94 jiwa pengungsi yang datang ke Lombok.

Sebelumnya pada hari dan tanggal yang sama, pukul 09.35 Wita, pengungsi tercatat hanya 22 KK dan 87 Jiwa.

Sejak gelombang pengungsian masyarakat Bali ke Lombok terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB membangun posko pemantau kedatangan para pengungsi mandiri yang masuk melalui jalur penyebrangan Lembar.

Meski telah didirikan pos pemantau di sekitaran ruas jalan kedatangan penumpang di Pelabuhan Lembar, masih saja banyak pengungsi yang tidak terdata bahkan tidak berkenan untuk di data.

“Karena itu juga jumlah pengungsi yang ada secara keseluruhan belum dapat dipastikan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, Muhammad Rum, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (26/9).

Rum mengungkapkan, pendataan pengungsi ini sebenarnya bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka sendiri saat berada di Lombok.

Karena seperti yang diketahui bahwa hampir seluruh pengungsi ini mengaku memiliki keluarga di Lombok. Hal ini yang menjadi alasan utama sejumlah warga Bali memilih mengungsi ke Lombok.

Tidak itu saja, sambung Rum, pendataan tersebut dilakukan untuk menjadi evaluasi bagi pemerintah sendiri dalam menyalurkan bantuan yang merupakan hak dari para pengungsi.

Sehingga sampai saat ini, sejumlah bantuan yang disalurkan oleh pemerintah hanya mencakup para pengungsi yang sudah terdata.

“Kami memegang data yang melapor, kita buat datanya untuk satu lembar, satu KK. Dan itu akan kami kirim ke pos utama di Karang Asem. Nanti ini menjadi bahan pemerintah menyalurkan hak-hak mereka selaku pengungsi. Walaupun mereka pengungsi mandiri tetap haknya harus didapatkan,” jelasnya.

Bantuan yang disalurkan pemerintah pada pengungsi yang terdata akan melalui Dinas Sosial maupun Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), salah satunya adalah bantuan jaminan hidup (Jadup).

“Kondisi mereka baik-baik saja. Kalau yang ada di Karang Asem seperti pada umumnya namun sejauh ini tidak ada masalah, semua tertangani,” klaimnya.

Sebelumnya, BPBD NTB telah mengirimkan dua unit mobil dapur umum, 10 tenda pengungsian ke Karang Asem. Begitu juga dengan Dinas Sosial NTB juga menyalurkan dapur umum.

Menurutnya, jumlah pengungsi yang datang ke Lombok akan berpotensi terus bertambah sepanjang status Level IV G. Agung. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.