Piye

Eks Pelacur Dolly Sisir Kuta, Pemkab Terkesan Salahkan Pemdes

Eks Pelacur Dolly Sisir Kuta, Pemkab Terkesan Salahkan Pemdes
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Dugaan adanya eks pelacur Dolly Surabaya di seputaran kawasan wisata Kuta Lombok Tengah semakin menjadi.

Meski begitu, hingga kini Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah belum melakukan penindakan langsung seperti yang diharapkan banyak pihak selama ini.

Yang terjadi justru, Pemkab terkesan menyalahkan Pemerintah Desa lingkar kawasan Pariwisata seperti Desa Kuta.

Sekda Loteng, HM Nursiah saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, seharusnya, Pemerintah Desa setempat melakukan pendataan terkait warga yang datang ke wilayahnya.

“Aturannya kan begitu, satu kali 24 jam harus ada laporan, lengkap dengan tujuan kedatangan dan maksud tinggalnya. Kalau itu dilakukan, kami yakin hal seperti ini bisa diantisipasi,” ungkap Nursiah saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Loteng, Rabu (20/9).

Dikatakan, meski saat ini belum ada tindakan tegas dari Pemkab, tetapi dalam waktu dekat pihaknya akan turun tangan menangani hal ini.

Ia berjanji dalam kurun waktu sepekan ke depan, pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk memastikan kebenaran itu itu.

Dan jika terbukti hal itu benar, pihaknya akan langsung mengambil tindakan tegas.

“Kita akan bentuk tim ya, dan pastinya hal itu tidak boleh dibiarkan kalau itu benar,” tegasnya.

Tim sendiri akan melibatkan semua unsur. Termasuk pihak Pemerintah Desa yang seharusnya lebih tanggap tentang masalah ini.

Lagi-lagi, Nursiah menegaskan, seharusnya, Pemdes lebih sigap dan langsung tanggap ketika isu ini mulai muncul di permukaan.

“Harusnya lebih tanggap,” tutupnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.