Piye

BMKG : Waspada Kenaikan Tinggi Gelombang Di Perairan NTB

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Badan Metorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi klas II Bandara Internasional Lombok (BIL) mengelurkan peringatan dini kenaikan tinggi gelombang di perairan NTB selat Lombok, selat Alas, selat Sape, perairan utara NTB dan perairan selatan NTB, yang di keluarkan pada tanggal 2 september pukul 07:00 wib sampai dengan 3 september pukul 07:00 wib 2017.

Sesuai yang dilansir suara lombok dari surat edaran (BMKG) (BIL), Tingginya gelombang di perairan NTB diperkirakan mencapai 2,0 meter, sabtu (2/9).

Dalam catatan BMKG pada tanggal (2/9) dari pukul 08:00 wita sampai dengan 20:00 wita selat Lombok ketinggian gelombang mencapai 0,25 - 2,0 meter, selat Alas 0,25 - 2,0 meter, selat sape 0,5 - 2,0 meter perairan Utara NTB 0,2 - 1,5 meter, dan perairan selatan NTB 0,5 - 2,0 meter, sedangkan pada jam 20:00 wita sampai jam 20:00 pada tanggal (3/9), ketinggian gelombang mencapai selat Lombok 0,25 - 2,0 meter, selat Alas 0,25 - 2,0 meter, selat sape 0,5 - 2,0 meter, perairan utara NTB 0,25 - 1,17 meter dan perairan selatan NTB 0,75 - 2,5 meter.

Sementara pada tanggal 3 - 4 september 2017 pada pukul 20:00 menjadi puncak dari kenaikan gelombang dengan perkiraan tinggi gelombang yang mencapai, selat Lombok 0,5 - 3 meter, selat Alas 0,25 - 3 meter, selat sape 0,5 - 1,5 meter, perairan utara NTB 0,25 - 1,25 meter dan perairan selatan NTB 1,0 - 3 meter.

Stasiun Meteorologi BIL sendiri merilis keriteria tingkat bahaya gelombng laut, ketinggian gelombang berkisar 1,25 - 2,0 meter bahaya bagi kapal nelayan, 2,0 - 3,0 meter bahaya bagi perahu nelayan dan tongkang dan 3,0 - 4,0 meter bahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry, sedangkan untuk kisaran ketinggian gelombang lebih dari 4,0 meter berbahaya bagi semua kapal.

Menurut imbauan peringatan peringatan dini yang diterbitkan BMKG stasiun meteorologi kelas II bandara internasional Lombok (BIL) kepala Prakirawan yang bertanda tangan di bawah Kadek Settya wati mengatakan, berdasarkan hasil analisis data kondisi fisis dan dinamika atmosfer terdapat badai tropis "MAWAR " di sebelah utara filipina (998 hpa), serta pusat tekanan rendah di samudra pasifik sebelah timur laut papua sampai dengan ( 1008 hpa) dan daerah pelemahan kecepatan angin terjadi di wilayah Aceh sumatra bagian utara, sedangkan kalimatan bagian utara dan sulawesi bagian utara.

Kondisi tersebut menurut pihak BMKG dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya, dan kelembaban suhu muka laut (SST) di sekitar NTB berkisar antara 26,0 - 28,0 derajat selsius dengan anomali SST sekitar 0,5 s/d 1,0 dan untuk angin permukaan di wilayah NTB bertiup dengan variasi arah dominan dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan angin maksimal mencapai 40 km / jam. (cr -08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.