Piye

Bahas Tanggap Bencana BPBD NTB jadi Tuan Rumah Konferensi PRBBK XIII

Bahas Tanggap Bencana BPBD NTB jadi Tuan Rumah Konferensi PRBBK XIII
SuaraLombok.com | Mataram - Upaya peningkatan kesadaran terhadap masyarakat dalam menyikapi bencana terus digalakkan oleh Pemerintah Daerah. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) menyelenggarakan Konferensi Nasional Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) di Mataram.

Konferensi tersebut merupakan yang ke 13 kalinya diadakan, yang mana tahun ini menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Muhammad Rum, MT dalam sambutannya menyampaikan dengan diadakan konferensi nasional ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam menyikapi bencana yang terjadi di daerah khususnya maupun pusat pada umumnya.

"Mudah-mudahan dengan kedatangan bapak ibu sekalian bencana-bencana yang ada khusunya di NTB bisa ditanggulangi", ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat dalam kesiap-siagaan menyikapi bencana juga sangat berperan. Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB itu menyampaikan apresiasinya kepada Kota Bima terhadap kesadaran dalam menghadapi dan menyikapi bencana beberapa bulan yang lalu.

"Kami mengapresiasi Kota Bima bahwa dari 38 kelurahan ketika ada banjir besar menimpanya, namun tidak ada yang meninggal dunia, ini merupakan bentuk kesadaran masyarakatnya bagaimana mangantisipasi bencana, ini bisa menjadi contoh kita juga", ungkapnya.

Lanjut Rum, konferensi nasional ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan dan pemikiran-pemikiran kepada pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi bencana dan pengurangan resiko bencana.

Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengungkapkan sasaran yang hendak dicapai dalam konferensi ini yakni peningkatan kesiapsiagaan terhadap respon yang lebih baik terhadap bencana.

Adapun target yang hendak dicapai konferensi nasional ini yaitu mengurangi jumlah kematian dari bencana, mengurangi warga terdampak, mengurangi kerugian ekonomi, mengurangi kerugian atau kerusakan infrastruktur, melakukan peningkatan strategi pengurangan resiko bencana baik di nasional maupun daerah, dan peningkatan kerjasama baik secara nasional maupun internasional, serta meningkatkan upaya peringatan dini.

"Kami akan sangat terbantu jika hasil konferensi ini nantinya dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk menyusun rencana induk sebagai Rencana Pembangunan Jangka Mengengah (RPJM) sampai tahun 2030 mendatang", pungkasnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.