Piye

Australia Ingin Campur Tangan Atasi Kemiskinan di NTB

Australia Ingin Campur Tangan Atasi Kemiskinan di NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Tingginya angka kemiskinan di NTB memancing Australia untuk campur tangan.

Pasalnya, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), setengah penduduk NTB atau 2,4 juta orang masih dalam kondisi miskin dan rentan miskin.

Padahal Pemprov NTB pada tahun 2017 sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun untuk mengatasinya.

Konsul Jendral Australia Dr. Helena Studdert yang bertandang ke NTB untuk membahas program kerjasama NTB-Australia menyatakan, persoalan kemiskinan tidak hanya terjadi di NTB, tetapi persoalan serupa juga terjadi di sejumlah Provinsi.

“Masalah kemiskinan ini menjadi masalah di sejumlah provinsi, dan kami menawarkan solusi,” ungkapnya.

Menurutnya ada beberapa langkah yang bisa di ambil untuk menekan angka kemiskinan di suatu daerah.

Di antaranya adalah peningkatan pendidikan, peningkatan perhubungan seperti infrastruktur jalan dan regulasi yang baik untuk mendatangkan investor.

“NTB memiliki potensi di sektor pariwisata, ini memberikan pengaruh luas tidak hanya pada masyarakat sekitar tetapi juga secara keseluruhan. Untuk menunjang hal itu, pemerintah harus meningkatkan pendidikan untuk peningkatan sumber daya manusia,” ungkap Studdert.

Khusus untuk infrastruktur sendiri, Studdert mengungkapkan Pemerintah Australia melalui Program Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Propinsi (PRIM) dan Program Peningkatan Jalan Nasional Indonesia Timur (EINRIP) telah membantu pemerintah NTB memperbaiki kondisi infrastruktur jalan sepanjang 3.500 kilometer jalan provinsi.

Termasuk empat proyek jalan senilai 40 juta AUD dari pinjaman melalui program EINRIP yang mencakup 80 kilometer jalan koridor ekonomi Bali-Nusra yang mampu melayani rata-rata 1.500 kendaraan per hari.

“Saya yakin, bila tiga faktor ini bisa dilaksanakan pemerintah daerah akan mampu menekan angka kemiskinan,” yakinnya.

Tak hanya itu, ia bahkan berjanji akan membawa investor untuk datang ke Lombok.

Menurutnya, investor akan tertarik bila proses birokrasi dan regulasi dipermudah.

“Regulasi yang transparan yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya. Kemudahan birokrasi akan memberikan kenyamanan bagi investor,” ungkapnya.

Melalui kerjasama dua negara ini, Studdert berharap akan memberikan konstribusi untuk mengurangi angka kemiskinan khususnya di NTB. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.