Piye

Ancam Gorok Wartawan, Dua Organisasi Bakal Polisikan Oknum Dewan

Ancam Gorok Wartawan, Dua Organisasi Bakal Polisikan Oknum Dewan
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Ancaman pembunuhan yang dilakukan oknum anggota dewan Loteng, Jayanti Umar kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait randis dewan yang belum dikembalikannya berbuntut panjang.

Ketua Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT), Agus Wahaji mengutuk keras ancaman Jayanti terhadap wartawan tersebut.

“Itu tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Kami sangat menyayangkan sikap arogan yang ditujukan oleh saudara Jayanti Umar yang telah melayangkan ancaman terbuka terhadap wartawan,” tegasnya.

Pihaknnya berjanji dalam waktu dekat akan melaporkan kasus tersebut ke kepolisian karena ancaman yang dilakukan sudah masuk ranah pidana.

”Saudara Jayanti Umar sebenarnya harus klarifikasi kepada media, bukan malah mengancam,” sambungnya.

Upaya mempolisikan oknum anggota dewan ini bertujuan agar kedepan tidak adalagi orang yang melecehkan profesi wartawan.

Terlebih, seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya sudah dilindungi dalam undang- undang.

“Ini menyangkut pekerjaan wartawan, kami mengutuk keras tindakan tersebut,” tukasnya ketua organisasi wartawan tertua di Lombok Tengah ini.

Hal senada diungkap Ketua Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Lalu Amrilah.

Ia mengatakan, sikap ancam mengancam sebenarnya merupakan tindakan preman dan bukan mencerminkan sikap sebagai anggota dewan yang terhormat.

Semestinya, lanjut dia, jika Jayanti Umar keberatan terhadap pemberitaan yang menyangkut dirinya, dia bisa melayangkan surat keberatan kepada dewan Pers.

“Bukan malah melakukan mengancam, kok seperti preman saja main ancam,” tegas pria yang akrab disapa Miq Ambok ini.

Pihaknya masih melakukan rapat dengan jajaran pengurus terkait langkah yang akan diambil dalam penyelesaian masalah tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, pihaknya juga akan melaporkan kasus tersebut keaparat kepolisian.

“Kami dorong, agar wartawan yang diancam itu melapor dan kami dari organisasi akan membackup,” janjinya.

Sebelumnya, oleh sejumlah awak media, Jayanti dimintai jawaban terkait isu bahwa dirinya belum mengembalikan randis berupa speda motor jenis X-Trail karena randis itu digadai di KLU.

Dalam jawabannya, Jayanti sempat menjawab jika randis itu digunakan oleh adiknya untuk bekerja dan akan mengembalikan paling lambat Jum’at (7/9).

Hanya saja, dalam wawancara yang dilakukan via ponsel itu, Jayanti sempat melakukan ancaman terhadap wartawan. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.