Piye

Alfamart Disebut Ancam Pedagang Sengkol

Alfamart Disebut Ancam Pedagang Sengkol
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Sejumlah warga Desa Sengkol Kecamatan Pujut menolak Alfamart yang akan dibangun di desanya.

Meski penolakan sudah lama dilayangkan, namun sampai kini belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Kordinator pedagang yang menolak, Elva Mariati Sejabat menuturkan, penolakan ini sudah dilakukan sejak awal dibangunnya gedung Alfamart di desa itu.

“Kalau ada Alfamart usaha kami bisa mati. Apalagi lokasinya di depan pasar,” keluhnya.

Dikatakan, lokasi bangunan dekat pasar dirasa akan membunuh usaha kecil. Apalagi sepengetahuannya, dari sisi radius pembangunan sudah melanggar aturan.

“Itu bisa membunuh kami,” tegasnya.

Lebih jauh, penolakan masyarakat semakin memuncak ketika mengetahui jika izin pembangunan tidak dimiliki.

“Ini belum ada izin tapi sudah bangun. Ada apa? Padahal secara aturan itu sudah melanggar ketentuan,” tegasnya.

Jika tidak ada respon dari pemerintah terkait persoalan ini, lanjut dia pihaknya mengancam akan melakukan pembongkaran paksa bangunan itu.

“Kami tidak ingin menunggu bangkrut. Kebanyakan dari kami janda. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan selain berdagang,” sambungnya mengeluh.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Loteng, Sukarman membenarkan jika bangunan Alfamart di Desa Sengkol masih belum memiliki izin.

“Bangunannya memang belum ada izin,” tuturnya.

Pihaknya berjanji akan segera melakukan penindakan terhadap bangunan yang tidak memiliki izin tersebut. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.