Piye

Warga Jurang Koak Bakal Digusur TNGR, Ini Penyebabnya

Warga Jurang Koak Bakal Digusur TNGR, Ini Penyebabnya
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat (TNGR NTB) bersama aparat dari TNI dan Polri bakal menggusur ratusan warga Jurang Koak, Desa Bebidas, Wanasaba.

Pasalnya, ratusan warga in dianggap melakukan perampasan dan perambahan ratusan hektar kawasan hutan di wilayah Pesugulan, Kecamatan Suela milik TNGR.

Koordinator Pengamanan Hutan TNGR NTB, Daniel Rosang kepada Suara Lombok mengatakan, rencana ini akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Kita akan Opgab (Operasi gabungan-Red) bersama TNI dan Polri,” tegasnya.

Direncanakan, akhir Agustus atau awal September 2017 pihaknya akan turun melakukan penertiban.

Namun sebelumnya, pihaknya menyerahkan kepada warga yang masih tinggal di kawasan hutan TNGR agar secara baik-baik untuk keluar dari lokasi tersebut. Bahkan meminta kepada pemerintah daerah untuk membujuk warganya.

Karena kalau tidak, maka sudah berang tentu TNGR akan melakukan tindakan represif terhadap warga yang berada di kawasan hutan tersebut.

“Memang sebelumnya kami sudah melakukan operasi akan tapi gagal, karena adanya perlawanan dari warga yang menguasai kawasan hutan tersebut,” kata Daneil.

Lebih jauh Daniel yang juga penyidik PPNS TNGR menambahkan warga Jurang Koak masuk ke kawasan hutan TNGR pada tahun 2015. Dengan dikoordinir pejuang tanah adat yang alasannya karena merupakan tanah nenek moyangnya.

Namun dari pihak TNGR telah beberapa kali melakukan mediasi dan negoisasi dengan warga tersebut. Hanya saja dalam mediasi tidak ditemukan adanya kata sepakat karena warga tetap menganggap bahwa lahan itu milik warga Jurang Koak, makanya ini yang sudah salah.

“Kalau ingin warga Jurang Koak memanfaatkan kawasan hutan itu ada aturan main, dengan tidak asal mengklaim sampai melakukan pembabatan hutan,” tandasnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.