Piye

Tidak Omong Besar, Proyek Kurma Dijadikan Bukti Konkrit Proyek Taman Alquran

Tidak Omong Besar, Proyek Kurman Dijadikan Bukti Konkrit Proyek Taman Alquran
SuaraLombok.com | NTB - Rencana pembuatan Taman Alquran ternyata bukan omong besar.

Buktinya, di Sumbawa telah mulai berjalan dengan penanaman sejumlah bibit pohon kurma.

Bibit tersebut ditanam di lahan seluas satu hektar yang dilakukan secara swadaya oleh Dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Arief Budi Witarto. Kurma juga dirasa cocok dengan iklim Sumbawa yang panas.

Pemilik sekaligus Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah sebelumnya mengaku sangat mendukung rencana pembuatan Taman Alquran tersebut.

Ia mendukung penuh aktivitas penelitian yang dilakukan oleh Arief beserta mahasiswanya di UTS.

Bang Zul, sapaan akrabnya menceritakan usaha Arief untuk menghadirkan tanaman-tanaman yang ada dalam Alquran, seperti kurma, zaitun dan tin.

Arief bahkan telah melakukan penelitian agar tanaman kurma yang ditanamnya bisa berbuah dengan mengetahui jenis kelamin jantan atau betina dari tanaman kurma tersebut.

Jika tanaman yang ditanam ternyata jantan semua, maka dipastikan tidak akan pernah berbuah.

“Banyak pohon kurma tidak berbuah di Sumbawa, karena kurma itu ternyata punya kelamin. Ada yang jantan dan betina. Pak Arief dan mahasiswanya mengawinkan supaya bisa tumbuh di tempat kita,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Arief yang dikonfirmasi Suara Lombok juga membenarkan telah memulai penanaman kurma di Sumbawa.

Selain itu, di kebun miliknya di Depok, tiga jenis tanaman tersebut telah ditanam, bahkan tanaman tin sudah mulai berbuah.

“Zaitun agak lama, karena itu kan biasanya tumbuh sampai ratusan tahun. Kurma sudah berbunga, mudah-mudahan nanti bisa berbuah,” katanya.

Arief mengakui ada lahan seluas 100 hektar yang disediakan untuk taman ini di Sumbawa.

Namun karena harga tanaman tersebut terbilang cukup mahal, ia baru menanam beberapa.

“Tanaman kurma usia 2 tahun harganya Rp 500, ini untuk benih yang telah diketahui jenis kelaminnya sehingga dipastikan berbuah. Bibit tanaman zaitun ukuran kecil Rp 50 ribu dan tanaman tin juga dihargai Rp 50 ribu, dengan ukuran lebih besar,” jelasnya.

Selain untuk edukasi dan cocok dengan label wisata halal yang diusung NTB, tiga tanaman itu memiliki potensi ekonomi yang bagus jika dibudidayakan di NTB. Terutama kurma, yang banyak dicari saat bulan Ramadhan.

Buah tin dan zaitun juga memiliki potensi bagus, apalagi jika melihat segudang manfaatnya bagi kesehatan. (03)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.