Piye

TGB: Pembatas Sekolah dan Ponpes Harus Dirobohkan

TGB: Pembatas Sekolah dan Ponpes Harus Dirobohkan
SuaraLombok.com | Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. TGH. M. Zainul Majdi merasa arah kebijakan pendidikan yang selama ini dikeluarkan pejabat berwenang kurang memperhatikan kesetaraan antara lembaga pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan.

“Di pondok pesantren juga banyak anak-anak bangsa yang punya potensi hebat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dalam hal membuat kebijakan menunjukkan bahwa arah kebijakan yang ada pada sistem pendidikan nasional yang mana tidak boleh ada diskriminasi anatara pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan saat ini sudah mulai berjalan dengan baik.

Memperhatikan suatau kebijakan pendidikan tanpa adanya diskriminasi pada pendidikan madrasah dengan pendidikan umum menurutnya sangatlah penting.

Tak hanya itu, TGB berharap tidak hanya dari segi kebijakan, namun juga ruang untuk beberapa kegiatan atau even-even dapat diperluas. Artinya, lembaga pendidikan keagamaan juga diberikan ruang untuk ikut disertakan seperti halnya lembaga pendidikan umum lainnya.

“Kedepan perlu diperkuat misalnya pada rekrutmen Paskibraka yang selama ini pengrekrutannya di fokuskan pada SMA atau SMK saja, sudah saatnya menurut saya banyak juga anak-anak kita di pondok pesantren yang bisa dan mampu menjadi Paskibraka,” ujarnya.

TGB berharap, semua kontestasi di ruang publik agar bisa lebih terbuka lagi kedepannya anaara pendidikan umum dengan madrasah. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.