Piye

Tak Terima Dipecat Kades, Forkad Gedor Kebun Raja dan Datu

Tak Terima Dipecat Kades, Forkad Gedor Kebun Raja dan Datu
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Ratusan Kepala Dusun yang tergabung dalam Forum Kepala Dusun (Forkad) Lotim demonstrasi ke kantor Bupati dan DPRD Lotim, Rabu (2/8).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan dari Kades yang melakukan pemecatan terhadap para Kadus.

“Aksi yang kami lakukan ini untuk menuntut keadilan,” teriak Hulyadi, Ketua Forum Kadus Lotim dalam orasinya.

Selain itu, para kadus menginginkan agar diadakan pemilihan secara langsung bukan dilakukan secara test. Begitu juga calon kadus jangan dibatasi atau maksimal 60 tahun.

Termasuk menuntut agar Kades yang lama maupun baru untuk menugaskan kembali Kades yang sudah berakhir masa jabatannya. Hal yang untuk syarat calon kadus agar disamakan dengan Calon Kades yang menggunakan SLTP.

Apalagi, dari data yang ada, jumlah desa yang telah memberhentikan kadusnya akibat kebijakan yang baru mencapai enam desa.

“Aturan ini merugikan kami,” tegas Mustaan, Kadus Suele dalam orasinya di depan kantor DPRD Lotim.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, perwakilan Kadus diterima Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori dan Ketua Komisi I DPRD Lotim, HM. Zuhri di kantor DPRD Lotim.

Dalam penjelasannya, Kadus sudah termasuk dalam perangkat desa yang ketentuannya sudah diatur dalam Undang-undang pemerintah pusat. Maka dari DPRD Lotim tidak berani melanggar ketentuan uang akan.

“Apa yang menjadi aspirasi Kadus akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah,” tegas Zuhri.

Hal yang sama dikatakan Ketua Badan Pembuatan Perda Lotim, H.Burhanudin. Ia menegaskan, Perda dibuat dengan uji materi.

Tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, akan tapi DPRD Lotim akan memperjuangkan aspirasi Kadus di pusat selama tidak melanggar aturan yang ada.

“Kami siap jadi garda terdepan untuk perjuangkan aspirasi Kadus,” tandas Burhanudin yang juga politisi PAN.

Setelah mendengarkan penjelasan DPRD Lotim, dilanjutkan melakukan aksi ke Kantor Bupati Lotim untuk menyampaikan tuntutannya.

Dengan diterima pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lotim, Lukman Nul Hakim.

“Apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan para kadus akan disampaikan ke pimpinan,” kata Kasi Pembinaan Pemberdayaan BPD dan Desa, Lukman Nul Hakim.

Massa aksi kemudian membubarkan diri, dengan berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi kalau apa yang menjadi tuntutan forum kadus tidak direspon pemerintah daerah. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.