Piye

Sunarpi Siap Maju Jalur Independen

Rektor Universitas Mataram Prof. Ir. H Sunarpi. P.Hd
SuaraLombok.com | Mataram - Setelah lama ditunggu konfirmasi keikutsertaannya dalam pilkada,  Rektor Universitas Mataram Prof. Ir. H Sunarpi. P.Hd akhirnya buka suara dan menegaskan dirinya siap maju tanpa kendaraan parpol alias maju dari jalur independen.

Keputusan tersebut diambil Sunarpi karena mengaku mendapat desakan dari beberapa pihak untuk turun gunung meramaikan perhelatan pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 mendatang.

"Kita tidak mengejar jabatan karena ambisi, nafsu ingin berkuasa tanpa memperdulikan haram dan halal. Untuk membuktikan ada tidaknya amanah itu, yakni melalui jalur independen. Karena kalau melalui jalur partai yang terjadi adalah tidak ada satupun partai yang tidak dibayar. Berarti kita kan membayar kekuasaan. Kalau sudah begitu berarti luntur prinsip saya", ujar Sunarpi  saat ditemui media Suara Lombok diruang kerjanya.

Ia mengungkapkan pilihan untuk terjun ke dunia politik menjadi pertaruhan idealisme dan keinginan untuk turut andil membangun NTB yang bukanlah keputusan mudah karena harus melepaskan setidaknya jabatan profesi yang telah dijalaninya selama puluhan tahun lamanya.

"Kalau saya mau mencalonkan diri saya harus melepaskan 15 tahun jabatan dan sesuatu pekerjaan yang saya sukai", jelasnya.

Saat ini lanjut  Rektor yang menjabat dua periode ini, dirinya hanya menunggu respon masyarakat dengan terus memantau melalui survei yang dipercayainya. Dan akurasi orang yang menyerahkan KTP untuk mendukungnya itu tidak melalui paksaan dan tidak menggunakan uang. Karena jika itu yang terjadi berati tidak valid dan dirinya akan membuat keputusan yang keliru besar.

"Jika itu terjadi data tentang amanah itu tidak akurat. Mana amanah orang dia dipaksa", lanjutnya.

Sementara terkait dengan dugaan dirinya mengumpulkan KTP secara massif melalui kegiatan KKN dan Praktik kerja Lapangan para mahasiswa di lingkup Universitas yang dipimpinnya, Sunarpi menepis hal tersebut, dan menyatakan dirinya menginginkan agar orang-orang yang mendukungnya memberikan dukungannya dengan sukarela, tanpa tekanan apapaun.

"Apalagi mahasiswa yang mau di tekan. Saya tidak setuju itu, saya sangat menentang biar siapapun yang melakukan itu karena ini artinya bukan amanah", kelitnya. (cr-04)


Baca juga Pilkada NTB :

1 komentar:

  1. Subhanallah, pak.
    "Keputusan tersebut diambil Sunarpi karena mengaku mendapat desakan dari beberapa pihak untuk turun gunung meramaikan perhelatan pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 mendatang."
    mboq yo kalo nyalon itu jangan karena desakan beberapa pihak. apalagi hanya meramaikan.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.