Piye

Soal Cetak Sawah 2016, HMI Mataram Ragukan Audit BPK NTB

Soal Cetak Sawah 2016, HMI Mataram Ragukan Audit BPK NTB
SuaraLombok.com | Mataram - HMI-MPO Cabang Mataram berunjukrasa ke kantor BPK RI Perwakilan NTB pada Senin (14/8). Massa dengan korlap Muhammad Tohar ini mengaku ragu dengan kinerja BPK NTB dalam melakukan audit program cetak sawah baru di NTB tahun anggaran 2016.

"Bagaimana mungkin kami percaya terhadap audit BPK, sedangkan proses auditnya tidak atas dasar aturan main," ungkap orator saat aksi.

Massa menyampaikan dasar keraguan terhadap audit BPK NTB. Menurut massa, pelaksanaan program dari pusat tersebut di duga ada mark up anggaran, sementara hasil audit mengatakan wajar atau sukses.

"BPK NTB mengatakan bahwa program itu amat sesuai dengan apa yang menjadi ketetapan, sedangkan kenyataan di lapangan terjadi kesenjangan yang luar biasa," ujar massa.

Massa membeberkan dugaan mark up pada pelaksanaan program dari pusat tersebut. Program yang menggandeng Zeni TNI ini hanya dibayar 8,5 sampai dengan 9 juta per hektar are. Padahal jika mengacu dari ketetapan pusat, kurang lebih 15.250 hektar are ini seharusnya dibayar sebesar 16 juta per hektar are oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB.

"Yang di gelontorkan 16 juta per hektar itu di tarik 7 juta, tujuh juta itu diperuntukkan jalan tani, irigasi dan biaya kebersihan itu di tarik per hektar, kalau di kalkulasikan berapa ribu hektar di NTB ini itu memakan biaya 180 milyar," ungkap massa.

Dugaan mark  up tersebut, di duga dilakukan Dinas Pertanian Provinsi NTB yang kala itu dijabat oleh Ir. Ibnu Fikhi selaku Plt. Karena Dinas Provinsi NTB selaku Pejabat Penguasa Anggaran (PPA) dan Dinas Pertanian Kab/kota selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Di duga dilakukan oleh Plt Dinas Pertanian Provinsi NTB tahun 2016 saudara Ir. Ibnu Fiki sekarang menjadi Sekertaris Dinas Pertanian NTB. Sebab dinas pertanian provinsi adalah PPA," ujar massa.

Atas dasar itulah massa meragukan kinerja BPK NTB dalam melakukan audit cetak sawah baru di NTB TA 2016. Sehingga massa datang meminta penjelasan dari BPK NTB agar persoalan tersebut menjadi terang.

"Maka supaya asumsi ini tidak berkembang luas sesegera mungkin BPK untuk memberikan jawaban," harap massa.

Namun keinginan massa untuk mendapat penjelasan kandas. Hingga aksi selesai, pejabat BPK NTB tidak kunjung menemui massa.

Meskipun tidak ada yang menenui, dalam aksi ini massa menegaskan tuntutan agar Ir. Ibnu Fikhi di tangkap dan di pecat karena di duga sebagai aktor pada kasus cetak sawah baru NTB 2016. Jika tuntutan tidak di gubris, massa mengancam bakal melaporkan persoalan tersebut ke Mabes Polri dan KPK. 

Dalam kesempatan ini, massa bukan hanya melakukan aksi ke BPK RI Perwakilan NTB saja. Melainkan massa juga melakukan orasi di kantor Dinas Pertanian Provinsi NTB dan Mapolda NTB. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.