Piye

Pupuk Langka di KLU DPRD Meradang

Pupuk Langka di KLU DPRD Meradang
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Memasuki fase musim tanam pertengahan tahun ini, kasus kelangkaan pupuk kembali dirasakan para petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Utara.  Kelangkan tersebut terjadi hampir merata di lima kecamatan yang ada di Kabupaten termuda tersebut.

Meski telah mengantongi kuota pupuk berdasarkan Rencana Detil Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diterbitkan dinas Pertanian, namun faktanya seolah menjadi persoalan klasik yang selalu muncul setiap tahunnya, tetap saja sejumlah jenis pupuk khususnya yang mendapatkan subsidi pemerintah tetap sulit didapat karena stok di pengecer terbatas bahkan tidak tersedia.

Kelangkaan pupuk yang terjadi beberapa pekan belakangan membuat sejumlah petani setempat mulai mengeluhkan kinerja dinas pertanian, bahkan tidak sedikit kelompok tani yang mulai mengadu ke DPRD guna mendapat solusi kelangkaan pupuk tersebut.

Anggota DPRD Komisi I Lombok Utara, Ardianto, SH mengaku, selama sepekan terakhir banyak di hubungi para ketua kelompok dan tokoh petani Bayan yang mengeluhkan ketiadaan pupuk. Petani mengadukan selain kelangkaan juga akses pembelian di pengecer di batasi menyusul minimnya stok.

Politisi Hanura itu pun mengaku heran dengan distribusi pupuk oleh dinas Pertanian,  sebab jika mengacu pada RDKK, maka jatah pupuk petani sudah jelas untuk tiap kabupaten.

“Patut diduga ada kemungkinan permainan stok ditingkat pengecer, atau memang dinas yang tidak mengusulkan sesuai RDKK," ungkapnya kepada Suara Lombok saat ditemui Rabu (9/8).

Ardianto mengaku prihatin dan mengatensi serius kelangkaan pupuk tersebut, karenanya ia meminta ketua Komisi II yang membidangi pertanian segera memanggil pihak dinas Pertanian dan mempertemukan dengan para ketua kelompok tani dan pihak pengecer untuk mencari solusi kelangkaan pupuk tersebut.

“Kepastian tersedianya stok pupuk bersubsidi itu harus menjadi prioritas dinas Pertanian, sebab hal itu menjadi visi misi bupati untuk menjamin pupuk murah dan merata," pungkasnya. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.