Piye

PKK Latih Keterampilan Membuat Buah Tangan Khas Daerah

PKK Latih Keterampilan Membuat Buah Tangan Khas Daerah
SuaraLombok.com | Mataram - Dalam rangka mendukung kemajuan sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Tim Penggerak PKK Provinsi NTB terus menggiatkan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu dan Para Kader PKK, khususnya keterampilan untuk membuat oleh-oleh khas NTB, baik berupa pangan olahan lokal maupun industri kerajinan rakyat yang unik dan bercorak tradisional serta kreasi lokal lainnya.

Pelatihan keterampilan tersebut merupakan salah satu program pokok PKK dari Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, yang menjadi kegiatan prioritas Pokja III tahun anggaran 2017 ini.

“Mengingat daerah kita ini daerah para wisata yang mana hasil pertanian dan laut kita begitu bagus sehingga butuh pelatihan-pelatihan dari tenaga terampil, untuk menciptakan peluang bisnis kreatif yang menjanjikan,” ungkap Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK-NTB, Hj. Syamsiah M. Amin saat membuka Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal dan Membuat Tas dari Bahan Tali Kur Untuk Kader-Kader TP. PKK (Pokja III) Kabupaten/Kota Se-NTB di Aula TP. PKK Provinsi NTB.

Menurutnya, pelatihan tersebut angat penting mengingat Provinsi NTB sedang mengembangkan sektor pariwisata.

Kian berkembangnya sektor pariwisata tentu bukan hanya membuka ruang bisnis ekonomi kreatif yang menjanjikan, tetapi juga wisatawan yang berkunjung seringkali lebih membutuhkan sesuatu yang khas atau unik dari daerah yang dikunjungi.

Seperti halnya makanan atau industri kreatif lainnya sebagai oleh-oleh yang terbuat dari bahan khas NTB. Karenanya, istri Wakil Gubernur NTB tersebut, mengajak  para Kader PKK se-NTB untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut, dengan lebih banyak turun ke masyarakat memberi pelatihan dan motivasi untuk mengembangkan industri kerajinan sesuai potensi yang tersedia di daerah masing-masing.

“Pangan olahan itu tidak hanya yang berasal dari hasil pertanian tetapi juga dari hasil laut,” ujarnya.

Hj. Syamsiah berharap agar para peserta pelatihan benar-benar menyimak dan mendengar informasi yang diberikan oleh narasumber. Ia juga mengatakan kreasi dalam mengelola bahan pangan lokal tidak harus yang aneh-aneh, cukup yang sederhana tetapi bisa membuat menarik para wisatawan.

“Saya melihat ibu-ibu disini sudah bagus dalam hal kreasi, tetapi masih butuh peningkatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Pokja III, Budi Utami Soegeng selaku Ketua Panitia melaporkan tujuan pelatihan adalah untuk mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan bahan pangan lokal dan pemanfaatan limbah. Pelatihan ini diikuti oleh 35 orang untuk pengolahan pangan lokal dan 30 orang untuk pembuatan tas dari bahan tali kur. Peserta seluruhnya berasal dari semua Kabupaten/Kota se-NTB. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.