Piye

PKK Desak Pemerintah Tambah Mesin Kemasan

PKK Desak Pemerintah Tambah Mesin Kemasan
SuaraLombok.com | Mataram - Tim Penggerak-Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Nusa Tenggara Barat (TP-PKK NTB) melakukan pelatihan kepada para Kader PKK (POKJA III) Kabupaten/Kota se-NTB, dalam pengelolaan pangan lokal dan membuat tas dari bahan tali kur, di Aula TP PKK Provinsi NTB.

Pelatihan tersebut sebagai salah satu langkah untuk mendorong perkembangan Parawisata di NTB khususnya, dan perekonomian Indonesia pada umumnya.

“Perekonomian di Indonesia tidak terlepas dari peran usaha kecil dan menengah. Mengelola bahan pangan lokal dan kerajinan tangan seperti membuat tas dari tali kur adalah salah bentuk usaha kecil yang bisa ibu-ibu lakukan di rumah,” ungkap Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK-NTB, Hj. Syamsiah M. Amin saat ditemui usai acara pembukaan kegiatan tersebut.

Oleh karenanya, Hj. Syamsiah berharap agar tetap diadakan pelatihan-pelatihan agar menciptakan kreasi-kreasi yang bagus untuk menarik pembeli dari luar daerah.

Namun, dalam kesempatan itu isteri orang nomor 2 di NTB itu juga menjelaskan ada dua kendala yang dialami oleh pengusaha kecil di NTB. Pertama kemasan dan kedua adalah pemasaran yang menyebabkan perputaran uang pada suatu kelompok industri kadang berhenti di tengah jalan.

“Untuk rasa, saya lihat makanan lokal kita sudah baik dan terjamin dari penggunaan bahan pengawet. Karena daerah kita Alhamdulillah, hasil alam, hasil lain sudah banyak yang berhasil di kelola oleh masyarakat kita ya walaupun terus terang kita masih kendala dengan pemasaran,” ujarnya.

Hj. Syamsiah M. Amin ingin agar di setiap kemasan produk olahan khas lombok juga tercantum logo halal, tanpa bahan pengawet, dan tercantum nama daerah penghasil makanan tersebut.

“Mengingat itu pnting sekali karena banyak makanan-makanan saat ini banyak megandung bahan pengawet termasuk tadi salah satu contohnya terasi dan NTB merupakan daerah yang menghasilkan terasi yang bagus baik dari udang maupun ikan,” sambungnya.

Ia membeberkan bahwa ternyata NTB banyak mengekspor terasi dari daerah lain yang mengandung bahan pewarna dan pengawet, salah satunya Kalimantan. Hal itu menurutnya perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, sangat perlu dilakukan pengemasan seoptimal mungkin dengan mencantumkan label halal dan dan tanpa pengawet.

Untuk itu ia menghimbau kepada Dinas atau Instansi terkait perlu menyediakan mesin pengemas bagi pengusaha kecil yang belum memiliki mesin tersebut.

“Saya tetap menekan kepada SKPD terkait untuk diberikan mesin kemasan sehingga pada nantinya akan membantu produk ibu-ibu dapat dikemas semuanya dengan baik,” tutupnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.