Piye

Penutupan Kuta Jelang Kedatangan Jokowi Dianggap Lebay

Penutupan Kuta Jelang Kedatangan Jokowi Dianggap Lebay
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, M. Samsul Qomar mengatakan, penutupan akses jalan di pantai Kuta dilakukan pemerintah daerah dan ITDC adalah tindakan lebay.

“Lebay lah kalau sampai menutup akses jalan hanya gara-gara mengejar target untuk peresmian masjid di Kawasan Mandalika Resort,” ujar Samsul Qomar di kantornya, Selasa (22/8/2017).

Menurut Qomar, sapaan akrabnya, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo hanya akan meresmikan masjid dan launching pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Presiden tidak datang untuk meresmikan banyak hotel di kawasan wisata Kuta.

Karenanya, Qomar meminta Pemkab dan pihak ITDC jangan berlebihan dan menganggap proses pembangunan itu sesuatu yang luar biasa.

“Justru kalau saya melihat, yang harus ditekankan pada pembangunan ini adalah prasarana pendukung seperti air dan listrik serta jalan penghubung yang harus disegerakan. Karena itu sebagai pemancing investor menanamkan modalnya di KEK Mandalika,” lanjut dia.

Bahkan, kata Samsul Qomar, hal lain yang sangat vital adalah masalah keamanan.

Seminggu terakhir ini banyak pelaku kriminal dengan sasaran bule terjadi di wilayah Kuta.

“Harus ada patroli dan penanganan khusus di kawasan pariwisata. Kalau bicara polisi, tentu akan kalah jumlah, tapi masyarakat juga harus sadar bahwa pariwisata akan membawa keuntungan untuk warga sekitar,” tandas pria yang juga Ketua KNPI Lombok Tengah ini.

Seperti diketahui, Pemkab Loteng bersama ITDC menutup akses jalan di pantai Kuta selama penataan jelang peresmian Masjid Nurul Bilad Mandalika Lombok.

Dalam penutupan yang dilakukan sejak tanggal 14-31 Agustus 2017 ini, yang dilarang melintas hanya kendaraan, sementara warga yang ingin ke pantai bisa dengan berjalan kaki dan memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.