Piye

Pemkab Akhirnya Gugat BNI Bandung dan Kontraktor Labuhan Haji

Pemkab Akhirnya Gugat BNI Bandung dan Kontraktor Labuhan Haji
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akhirnya melayangkan gugatan terhadap pihak BNI Bandung dan PT Gunakarya Nusantara secara perdata ke Pengadilan Negeri Bandung.

Sementara sebelumnya dilakukan berbagai upaya mediasi agar pihak BNI dan kontraktor proyek itu mengeluarkan uang milik Pemkab Lotim sebesar Rp. 6 Milyar yang telah diambil kontraktor tersebut.

Hal ini ditegaskan Kabag Hukum Setdakab Lotim, L. Dhedi Kurniawan kepada Suara Lombok di kantornya.

“Pemkab sudah mengajukan gugatan atas BNI dan Kontraktor proyek dermaga Labuhan Haji,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk mengurus gugatan tersebut, pihak Pemkab Lotim telah menunjuk penasehat hukum untuk menyelesaikannya di pengadilan.

Termasuk juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 300 juta sebagai biaya operasional penasehat hukum dalam kasus tersebut.

Karena sebelumnya pihak Pemkab Lotim telah menunjuk Kejaksaan untuk sebagai kuasa hukum, akan tapi karena yang dilawan adalah perusahaan BUMN yang masih memiliki hubungan dengan negara, akhirnya kejaksaan mundur karena dalam aturan tidak di bolehkan.

“Proses hukum terhadap kasus pengembalian uang ini bisa mencapai enam bulanan, karena banyak saksi yang akan dihadirkan nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari keterangan yang diperoleh, pihak Bank tidak mau mengeluarkan uang tersebut karena perusahaan telah mengambil dokumen asli jaminan yang dikeluarkan pihak bank sehingga belum dilaporkan.

“Pemkab Lotim tetap akan berjuang agar dana yang begitu besar itu bisa dikembalikan dengan cepat,” tandas Dhedi. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.