Piye

PBNU Ancam Cabut Dukungan Pada Pemerintah, Ternyata Ini Penyebabnya

PBNU Ancam Cabut Dukungan Pada Pemerintah, Ternyata Ini Penyebabnya
SuaraLombok.com | Mataram - Sekretaris PWNU NTB, Lalu Winengan Yunus menegaskan, PWNU NTB akan mendesak PBNU mencabut segala bentuk dukungan selama ini terhadap pemerintah.

Hal itu akan dilakukan jika kemudian pemerintah tidak mencabut Permendikbud 23/2017 yang mengatur tentang Full Day School (FDS).

“Kami akan desak PBNU mencabut semua dukungannya kepada pemerintah jika aturan itu tidak dicabut,” tegasnya di sela aksi damai menolak FDS di Kantor Gubernuran, Rabu (16/8).

Pihaknya juga meminta Gubernur NTB untuk menandatangani surat rekomendasi untuk tidak diberlakukannya FDS di NTB pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

“Kami juga mendesak Menteri Pendidikan untuk mencabut Permendikbud Nomer 23 tahun 2017 dengan segera,” sambungnya tegas.

Sementara Ketua GP Ansor NTB, Zamroni Azis dalam orasinya mengancam akan menyerbu Gedung Pemerintah itu apabila nanti Gubernur NTB memberlakukan Peraturan tersebut tanpa mendengarkan pendapat rakyatnya.

Ia juga meminta Gubernur NTB, Dr. TGH. Masih. Zainul Majdi untuk menemui massa dan mendengar aspirasi rakyat NTB yang sangat keberatan dengan diberlakukannya aturan FDS ini.

Hal itu karena pihaknya menganggap aturan itu  akan memicu terjadinya pembedaan antara masyarakat mampu dan tidak mampu serta terlalu memporsir kemampuan anak-anak didik.

“Kalau Pemerintah daerah sepakat dengan itu (Aturan FDS-Red), maka akan kami serbu,” ancamnya yang disambut teriakan histeris ratusan massa yang ikut dalam aksi damai itu. (Cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.