Piye

Nasihat TGB ke Bang Zul Ini Bikin Merinding

Nasihat TGB ke Bang Zul Ini Bikin Merinding
SuaraLombok.com | Mataram - Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, memberikan nasihat yang cukup menginspirasi saat bertemu sahabatnya yang juga Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah belum lama ini.

Sosok yang akrab disapa TGB itu menasihati Dr. Zul soal kematian dalam kaitannya dengan kontestasi Pilkada NTB 2018.

“Semalam saya bertemu dengan TGB, cukup lama di rumahnya berbicara. Beliau dengan perlahan lembut mengatakan yang pasti itu cuma satu, yaitu kematian. Yang pasti kita hadapi di masa mendatang itu adalah kematian,” ungkap Dr. Zulkieflimansyah di depan para relawannya baru-baru ini.

Menerima nasihat dari TGB, Bang Zul, mengakui kedalaman maknanya di tengah hingar - bingar menuju Pilkada NTB 2018.

Baca juga Pilkada NTB :

Kiranya boleh bicara tentang pilkada, tapi tetap yang harus diingat yang pasti dalam hidup adalah kematian. Jika ingat mati, keberanian untuk berbuat baik akan muncul dan niat untuk berbuat negatif akan tiada.

“Bolehlah bersaing dalam pilkada, asal caranya harus benar. Apa gunanya jadi gubernur, tapi prosesnya menumpahkan air mata dan darah orang lain? Apa gunanya menang, tapi kemenangan itu menyisakan air mata dan dendam buat lawan? Apa gunanya dielukan, dikatakan hebat, tapi di mata Yang Maha Kuasa kita adalah mahkluk yang paling hina?” ujar Bang Zul.

Menurutnya, kontestasi Pemilihan Gubernur NTB tahun depan akan menjadi sejarah luar biasa bagi NTB. Karena semakin banyak calon yang turun akan memberikan banyak pilihan untuk masyarakat. Dan juga membuka peluang bagi putra-putri terbaik daerah untuk menjadi pemimpin.

“Jangan karena punya uang, kekuasaan terus menafikan orang-orang terbaik di daerah kita untuk menjadi pemimpin. Kalau begitu nanti anak-anak kita tidak mau menuntut ilmu. Karena untuk jadi pemimpin cukup jadi preman, cukup menekan sini dan situ tapi tidak menghargai prestasi,” ujarnya.

Sebagai salah satu bakal calon gubernur NTB, Bang Zul tidak ambil pusing dengan persoalan menang dan kalah. Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa ini mengaku ingin memanusiakan masyarakat NTB, agar memiliki kemampuan dan kapasitas di tengah pembangunan NTB yang kian pesat.

Berdirinya KEK Mandalika di Lombok Tengah dengan lintasan balap kelas dunia, yang tahun 2019 akan diramaikan acara Moto GP.

Pembangunan smelter di KSB juga telah mulai dikerjakan tahun ini, yang tak ayal akan menarik industri-industri besar lainnya.

Masyarakat NTB harus siap menyambut pembangunan, bukan hanya akan tersisih menjadi penonton. Lantaran kemampuan dan kapasitas yang kurang memadai.

Pada akhirnya, semua kerja dan persaingan dalam pilkada dianjurkan Bang Zul dianggap sebagai ladang mencari pahala.

“Niatnya bukan untuk kemenangan Dr Zul atau partai tertentu. Tapi mudah-mudahan mampu mengubah masa depan anak cucu kita di daerah kita ini,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.