Piye

Mengharukan! Warga Bunbeleng yang Terisolir Menangis Ketika Bendera Dikibarkan

Mengharukan! Warga Bunbeleng yang Terisolir Menangis Ketika Bendera Dikibarkan
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sangat tidak terbayang ketika Sekolah terisolir melakukan Apel pengibaran sang merah putih di halaman sekolah Madrasah Ibtidaiyah NW Bunbeleng, Lembar.

Kegiatan apel bendera tersebut hanya diikuti puluhan siswa-siswi  serta ratusan warga, termasuk Babinsa dan Bimaspol setempat.

Siswa-siswi yang melaksanakan upacara bendera hanya beralaskan kaki tanpa memakai sepatu dan baju yang tidak layak di pakai  seperti sekolah-sekolah pada lainnya.

Walauppun begitu, antusias warga ikut ambil bagian dalam pelaksanaan tersebut masih dapat terpantau.

Bahkan, dari pantauan Suara Lombok, tidak sedikit masyarakat menangis ketika bendera merah putih sudah mencapai puncak tiang bendera.

Luar biasanya, upacara kali ini merupakan upacara pertama kali dilaksanakan masyarakat Bunbeleng yang terisolir bersama siswa-siswi di sekolah itu.

“Ini sebagai motivasi kepada generasi muda kita agar bisa memaknai kemerdekaan,” ungkap Inspekktur Upacara, Mustaim.

Meski dalam suasan merayakan kemerdekaan RI, tetapi warga merasakan mereka belum merdeka.

Penyampaian itu diwakili Mustaim sekaligus Kadus setempat yang mengatakan bahwa saat ini warga Bunbeleng masih mendapat ‘cerita kemerdekaan’ dan belum merasakan ‘kemerdekaan’ yang sesungguhnya.

“Bunbeleng belum merdeka seutuhnya, karena jalur transportasi yang memadai, air bersih, listrik dan termasuk gedung sekolah seperti ini sambungnya masih belum didapat seutuhnya,” sambungnya.

Bahkan, sejak pertama Indonesia merdeka 72 tahun lalu, Bunbeleng baru pertama kali melaksanakan ucapara pengibaran bendera merah putih. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.