Piye

Masyarakat Panjat Pinang Sebelum Upacara Selesai, Ini yang Terjadi Kemudian

Masyarakat Panjat Pinang Sebelum Upacara Selesai, Ini yang Terjadi Kemudian
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Tampaknya kehadiran masyararakat tidak hanya mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di Lombok Tengah .

Mereka justru tampak lebih tertarik dengan 30 batang pohon pinang yang digantungi hadiah menarik di atasnya.

Bahkan dari Pantauan Suara Lombok, puluhan masyarakat dari segala jenis usia berusaha memanjat pinang yang sudah diolesi pelumas agar licin itu sebelum upacara usai.

Sontak, sejumlah petugas keamanan dan ketertiban dari Satpol PP dan aparat kepolisian memaksa mereka turun.

Meski sempat turun, masyarakat masih saja ngeyel dan menunggu aparat keamanan untuk sekedar menjauh beberapa meter saja dari lokasi pohon pinang. Setelah itu, mereka kembali memanjat.

Melihat banyaknya masyarakat yang naik, aparat sepertinya tidak bisa memaksa mereka untuk turun lagi. Atraksi panjat pinang sebelum upacara usai akhirnya berlanjut.

Tak ayal, suara gaduh sempat menyelimuti kegiatan upacara bendera saat itu yang dipusatkan di Lapangan Muhajirin Alun-alun Tastura. Tetapi hal itu tidak membuat kekhidmatan upacara terganggu secara total.

Hanya beberapa peserta upacara yang tampak teralih perhatiannya ke arah kerumunan masyarakat yang sedang asyik panjat pinang.

Usai upacara sendiri, beberapa pejabat dari SKPD mengumumkan lewat pengeras suara agar masyarakat yang berhasil mendapat bendera untuk mendekat dan menukarnya dengan hadiah uang.

Kepala Kemenag Loteng, HM Nasri Anggara juga tidak mau ketinggalan. Bahkan, dari pengeras suara, Nasri menjanjikan menebus bendera yang terpasang di pohon pinang milik Kemenag itu seharga Rp. 1 juta.

“Yang berhasil panjat pohon pinang milik Kemenag, bawa benderanya ke sini, saya kasih hadiah Rp. 1 juta,” janjinya yang justru membuat masyarakat semakin antusias memanjat pinang dan menambah keceriaan saat itu. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.