Piye

Lawan Perusahaan, Masyarakat Gugat Perusahaan Lewat Baliho

Lawan Perusahaan, Masyarakat Gugat Perusahaan Lewat Baliho
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Tampah Bole melakukan pemasangan baliho di sejumlah tempat strategis di wilayah Jerowaru, Keruak dan Lombok Tengah.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perjuangan dari masyarakat untuk melawan perusahaan PT Temada Pumas Abadi maupun perusahaan lainnya yang ingin menguasai lahan Tampah Bole yang menjadi hak ulayat.

“Ini sebagai bentuk perlawanan ke perusahaan yang sedang beraktivitas di Tampah Bole,” tegas Sekretaris Aliansi Masyarakat Menggugat Tampah Bole , Arsa Ali Umar kepada Suara Lombok.

Sementara ini, baliho besar baru bisa terpasang di simpang empat Sepapan Jerowaru. Tetapi pemasangan itu akan dilanjutkan pemasangannya di wilayah Lombok Tengah.

Di Loteng sendiri, pemasangan baliho akan dilakukan di seputaran Ganti, Semoyang, Marong, Beleke, Lekor, Pepao, Janapria, Kopang dan Mantang.

Tujuannya agar masyarakat di Pulau Lombok mengetahui apa yang terjadi saat ini di lokasi tempat festival Bau Nyale Tampah Bole'.

“Kami harapkan nanti masyarakat tergerak hatinya ikut berjuang merebut kembali Tampah Bole sebagai tanah ulayat dari perusahaan,” jelasnya.

Spanduk sendiri berisikan desakan kepada Bupati Lotim segera mencabut ijin yang telah dikeluarkan kepada PT Temada, termasuk segera melakukan pembongkaran plang dan pagar yang sudah terpasang.

Selain itu mendesak Bupati dan DPRD Lotim untuk membuat Perbub Perda terkait tanah Tampah Bole menjadi tanah ulayat, serta mendesak DPRD untuk segera membentuk pansus Tampah Bole dan hak angket.

“Perjuangan kami hanya mengembalikan Tampah Bole ke asalnya menjadi tanah ulayat, bukan milik perusahaan atau milik siapapun,” tandasnya.

Sementara pihak PT Temada sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut. (07)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.