Piye

Kasus Tampah Boleq, Camat Duga Ada Permainan di Air Keruh

Kasus Tampah Boleq, Camat Duga Ada Permainan di Air Keruh
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Camat Jerowaru, L.Zulkifli akhirnya angkat bicara terkait para pejuang kasus tampah boleq.

Ia mengibaratkan para pejuang ini seperti group soneta dalam sebuah alunan musik. Mereka yang menciptakan, memainkan dan mengakhiri sebuah lagu tersebut.

“Pejuang tampah boleq ini tidak ubahnya group soneta lagu, karena tidak menutup kemungkinan oknum yang ikut berkoar-koar dalam kasus tampah boleq nantinya bisa terlibat,” tegas Zulkifli kepada Suara Lombok.

Dijelaskan, kalau melihat apa yang dilakukan orang-orang yang tergabung dalam pejuang tampah boleq tersebut, ada indikasi dugaan permainan di dalam persoalan yang terjadi.

Apalagi dengan banyaknya orang diluar wilayah Srewe pada khususnya dan kecamatan Jerowaru pada umumnya ikut dalam perjuangan masalah kasus tampah boleq tersebut.

“Tentunya membuat suasana menjadi kurang nyaman,” sambungnya.

Di satu sisi, masyarakat yang ada di wilayah Srewe sebagai lokasi tampah boleq tersebut justru tidak ada riak-riak.

“Saya melihat justru orang luar yang lebih semangat berbicara dalam kasus tampah boleq tersebut ketimbang warga setempat,” ujarnya.

Oleh kerena itu, Zulkifli meminta kepada masyarakatnya untuk jangan mau dipengaruh oleh orang luar.

Apalagi dengan tujuan untuk melakukan adu domba dengan masyarakat yang satu dengan lainnya yang berpotensi menganggu kondusitifitas yang ada.

Selain itu, ia meminta kepada orang luar untuk tidak ikut campur dalam masalah rumah tangga masyarakat setempat.

“Seharusnya yang menyelesaikan masalah tampah boleq adalah kami, bukan orang luar seperti yang terjadi saat ini,” kata Zulkifli.

Lebih jauh, ia menambahkan pihaknya pernah mengundang para pejuang tampah boleq tersebut guna duduk bersama dan berdiskusi mencari solusi atas masalah tersebut.

“Tapi yang diundang malah tidak hadir, bagaimana mau selesaikan masalah kalau mereka tidak hadir,” tukasnya. “Jangan hanya bisa berkoar-koar di media saja. Mari selesaikan dengan cara duduk bersama agar cepat selesai dengan tidak menjadikan warga sebagai alat,” tandasnya.

Sementara Sekretaris ALARM Tampah Boleq, Arsa Ali Umar menegaskan, pihaknya bersama dengan pejuang lainya tetap akan merebut kembali agar tampah baleq menjadi hak ulayat lagi.

“Kami sudah siap dengan segala resiko yang akan kami hadapi. Tampah Boleq menjadi hak ulayat itu harga mati,” katanya tegas. (07)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.