Piye

Kasus Tampah Bole, ALARM Tagih Janji LHK dan Dewan

Kasus Tampah Bole, ALARM Tagih Janji LHK dan Dewan
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM) Lombok Timur mulai menagih janji sejumlah pihak terkait kasus Tampah Bole.

Salah satunya adalah janji Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim, Mulki untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas PT Temada Pumas Abadi di lahan tampah bole'.

Selain itu, mereka juga mengaih janji DPRD Lotim yang akan turun ke lokasi tampah bole serta membuat Pansus terkait kasus ini.

“Sampai sekarang belum juga ada realisasinya,” tegas Ketua ALARM Lotim, Sayadi kepada SuaraLombok.

Pihaknya meminta Kadis LHK dan DPRD Lotim segera merealisasikan janjinya. Sebab hampir satu pekan lebih dari kegiatan hearing mengenai kasus Tampah Bole ini berlangsung belum juga ada kejelasan.

Padahal, lanjut dia, sudah sangat jelas jika perusahaan itu dinilai telah melanggar aturan main yang ada.

Apalagi kawasan Tampah Bole yang selama ini menjadi saksi sejarah atas pelaksanaan kegiatan Festival Bau Nyale setiap tahunnya.

Akibatnya, masyarakat menjadi resah dengan kegiatan perusahaan yang sudah mengantongi ijin dari Bupati Lotim.

“Katanya Kadis LHK mau menindak tegas perusahaan, tapi mana sampai sekarang perusahaan itu tetap melakukan aktivitas, belum lagi legislatif akan turun tapi tidak jelas kapan akan turun,” kata Sayadi yang juga Ketua Serikat Masyarakat Selatan (SMS).

Sebelumnya Ketua Komisi I DPRD Lotim, H.Zuhri berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan warga selatan.

Persoalan Tampah Bole' dengan akan segera membentuk tim panitia kerja sebelum ke arah pembahasan lainnya, termasuk akan turun ke lapangan.

“Tim panja akan dibentuk dan akan turun ke lokasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Zuhri saat itu.

Sementara Kadis LHK Lotim, Mulki menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir perusahaan itu.

Kalau melanggar tentunya akan ditertibkan dan bongkar apa yang telah dibangun di lahan tampah bole tersebut.

“Saya telah perintahkan petugas untuk mengecek ke lokasi dan akan memanggil perusahaan, karena kalau tidak tentunya sikap tegas akan kami lakukan,” tegasnya. (07)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.