Piye

Kasus Koperasi Tambang, Kepala BKAD Diperiksa

Kasus Koperasi Tambang, Kepala BKAD Diperiksa
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Kasus vakumnya 45 koperasi tambang di Sekotong sejak tahun 2012 lalu kembali diangkat.

Kali ini, Kepala Badan Keuangan Dan Aset Daerah (BKAD) Lobar H. Joko Wiranto yang pada saat pembentukan koperasi ini menjabat sebagai Kadis Koperasi Lobar dipanggil penyidik.

Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo menjelaskan, dasar penyelidikan ini adanya laporan masyarakat yang dijanjikan bantuan setelah terbentuknya koperasi ini.

“Kita masih diselidiki pihak mana yang menjanjikan bantuan tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh, selain Joko Wiranto sebagai Kepala BKAD Lobar, seorang pejabat aktif di Dinas Koperasi juga sudah diperiksa penyidik.

“Ada juga salah satu pejabat aktif di Dinas Koperasi diperiksa kemarin,” bebernya.

Yang menjadi persoalan, lanjut dia, adalah kejanggalan vakumnya koperasi. Padalah di sisi lain, pembentukan koperasi itu sudah jelas memiliki tujuan, biaya dan juga pajak yang harus dibayar.

Dugaan sementara, anggaran pembentukan koperasi ini berasal dari pihak ketiga (asing) dan bukan dari pemerintah dan anggota koperasi itu sendiri.

Hasil penyelidikan sementara, pihaknya menemukan bahwa koperasi ini dibentuk agar pengusulan tambang rakyat di Sekotong dilegalkan oleh pusat.

“Kami juga sedang dalami apakah ini memang program dari pemerintahan sebelumnya,” tandasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.