Piye

Isu Pupuk Langka, Ini Kata GM PT Pupuk Kaltim NTB

Isu Pupuk Langka, Ini Kata GM PT Pupuk Kaltim NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Adanya isu kelangkaan pupuk urea bersubsidi di beberapa wilayah di NTB ditanggapi GM PT. Pupuk Kaltim Wilayah NTB, Rahmansyah. Secara tegas dirinya menyampaikan bahwa Pupuk Kaltim tidak mengenal istilah ada kelangkaan pupuk bersubsidi.

"Tidak ada kelangkaan pupuk," ungkap Rahmansyah kepada Suara Lombok di Mataram.

Sebagai produsen, PT Pupuk Kaltim melakukan pendistribusian sesuai dengan pola Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).  Dengan Pola RDKK, hanya petani yang terdaftar saja yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan dan diverifikasi oleh Dinas Pertanian setempat. "Alokasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah, kalau alokasinya ada ya kita salurkan," ujarnya.

Untuk tahun 2017, NTB mendapat jatah alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah sebesar 125.000 ton. Hingga bulan ini, serapan pupuk bersubsidi sudah mencapai 72, 03 persen atau sekitar 90.038 ton. "Alokasi 2017 itu 125 ribu ton, per 7 agustus sudah tersalur sekitar 72 persen," katanya.

Saat ini, PT Pupuk Kaltim NTB memiliki stok pupuk sekitar 47.147 ton. Guna memenuhi kebutuhan, pihaknya masih mendatangkan pupuk sebesar 13.200 ton. Jika diakumulasi, maka hingga akhir agustus 2017 bakal ada sekitar 60.000 ton pupuk. "Di gudang ada stok 47 ribu lebih, kapal kami berlayar mendatangkan 13 ribu ton lebih," terangnya.

Stok sebesar 60.000 ton tersebut bakal bertambah mengingat pihaknya masih mendatangkan pupuk ke NTB untuk bulan berikutnya. Sehingga bisa dipastikan kalau kebutuhan pupuk di NTB bakal aman hingga akhir tahun 2017." Kapal - kapal kita masih datang terus, artinya produsen siap melayani barang sudah tersedia tinggal alokasinya saja," pungkas Rahmansyah. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.